Kalau bapak pernah pergi Umroh atau Haji, pasti gak sedikit jemaah yang meninggal di sana. Yang menarik, kalau bapak perhatiin lebih detail, kain penutup jenazah di sana ternyata berbeda-beda warnanya. Bukan asal pilih, ada sistemnya, ada kategorinya, dan ada maknanya sendiri. Ada 6 jenis warna penutup jenazah di sana, Pak.
Putih
Warna putih di Masjidil Haram punya makna yang sangat khusus. Putih biasanya digunakan untuk jenazah yang wafat dalam keadaan ihram, artinya sedang menjalankan ibadah haji atau umrah. Karena pan pakaian ihram sendiri emang warna putih yang melambangkan kesucian, kepasrahan, kembali fitrah, dan kesederhanaan di hadapan Allah. Orang yang wafat dalam keadaan ihram gak diperlakukan kayak jenazah biasa. Mereka gak dipakaikan wewangian dan tetap dalam kondisi ihramnya sebagai bentuk penghormatan terhadap ibadah yang lagi dijalanin. Buat bapak yang pernah lihat langsung, rasanya campur aduk pasti ya. Sedih, iya. Tapi juga ada rasa haru yang susah dijelasin. Karena wafat di tanah suci, dalam keadaan ihram, jadi penutup hidup yang banyak orang pengen.
Kuning
Beda lagi kalo penutup jenazahnya warna kuning. Biasanya diperuntukkan buat jenazah yang punya status khusus kayak pemimpin negara, tokoh penting, atau individu yang punya posisi tertentu di masyarakatnya. Kalau di banyak budaya Timur Tengah, kuning atau emas identik sama kehormatan, kemuliaan, status kepemimpinan, dan simbol penghargaan. Kuning bukan berarti lebih mulia di sisi Allah yak, karena kalo dalam agama Islam sendiri, kemuliaan diukur dari takwa, bukan jabatan. Tapi kalau ngeliat secara administratif dan sosial, sistem pengelolaan jenazah di wilayah Makkah tetap mengenali perbedaan status buat keperluan protokoler. Bukan juga buat pamer, tapi untuk nandain kalo individu tersebut punya peran publik yang signifikan. Jadi pengingat penting juga, mau setinggi apa pun jabatan orang, akhirnya tetep sama.
Cokelat
Penutup jenazah warna cokelat biasanya dipake buat jenazah laki-laki dewasa yang meninggal di sana. Warna cokelat sendiri ngelambangin tanah, kekuatan, stabilitas, dan kedewasaan. Secara simbolis, laki-laki pan sering dikaitkan sama peran penopang keluarga. Warna cokelat yang identik dengan tanah kayak ngingetin kita kalau manusia asalnya dari tanah dan ke tanah kita kembali. Cokelat juga gak mencolok, gak terlalu gelap, gak terlalu terang. Netral dan kokoh. Kalau cecara sistem administrasi di sana, pemisahan warna ini ngebantu identifikasi cepat dalam pengelolaan jenazah yang jumlahnya bisa sangat banyak, terutama di musim haji.
Hitam
Ada lagi penutup jenazah yang berwarna hitam. Ini dipake buat jenazah perempuan dewasa. Kita pan tau kalo agama Islam sangat menghormati kaum wanita, warna ini juga jadi simbol kehormatan, keanggunan, dan martabat untuk kaum wanita itu sendiri. Kalau diperhatiin juga banyak perempuan di Arab Saudi pake abaya hitam sebagai pakaian luar. Maka penggunaan kain hitam buat jenazah perempuan dewasa juga punya kesinambungan budaya. Hitam di sini bukan sekadar warna duka. Tapi warna wibawa. Secara visual, hitam juga ngasih batas yang tegas dan elegan.
Biru
Lain lagi sama penutup jenazah warna biru nih pak, biasanya dipake buat jenazah yang diurus sama pihak rumah sakit. Warna ini memudahkan identifikasi kalau jenazah udah melalui prosedur rumah sakit, baik karena sakit, kecelakaan, atau kondisi medis tertentu. Di dunia medis, warna biru juga identik sama sterilitas, profesionalisme, prosedur klinis, dan ketertiban sistem. Kita gak pernah tau di balik kain warna biru tersebut, mungkin ada cerita panjang tentang perjuangan ngelawan penyakit.
Pengalaman Mengantar Jenazah dengan Kargo Pesawat Lokal
Hijau
Lain lagi sama warna hijau. Warna yang ini biasanya dipake buat jenazah anak-anak. Dan ini bagian yang paling bikin dada sesek kalo di Masjidil Haram lagi kebeneran lewat. Anak-anak dalam ajaran Islam diyakini dalam keadaan suci, belum terbebani dosa kayak kita, orang dewasa. Warna hijau ini kayak simbol harapan dan rahmat. Banyak ulama juga ngegambarin anak-anak yang wafat sebagai penghuni surga, dan ini adalah salah satu simbol dari warna hijau itu sendiri.
Perbedaan warna ditiap penutup jenazah ini ngebantu banget buat identifikasi cepat jenazah, jadi makin mudah juga buat misahin kategori administratif. Perbedaan warna di penutup jenazah ini juga yang bikin penanganan di Masjidil Haram rapi, walopun jumlah jemaah yang meninggal di sana jumlahnya banyak.
