Kaizen: Budaya Untuk Hidup dengan Disiplin

Bacaan 2 menit

Salam sejahtera warga bapak2.id

memasuki pertengahan tahun ini, sudah berapa banyak ceklis untuk resolusi yang kita rancang di awal tahun? Masih di dalam kepala atau tertunda karena banyak kesibukan dan kewajiban? Sudahkah kita merasa bersalah karena menunda-nunda hal tersebut? Daripada kita terus-terusan dilanda rasa bersalah, mari kita selamatkan rencana-rencana kita itu dengan prinsip dan budaya asal negeri sakura, yaitu KAIZEN

Secara bahasa, Kaizen diambil dari dua kata yaitu Kai yang berarti perubahan dan Zen yang berarti Kebijaksanaan, Perubahan Kebijaksanaan yang dimaksud disini adalah cara atau prinsip hidup dalam melakukan perubahan secara perlahan dan bijaksana. Mumet kan? Gampangnya prinsip Kaizen mengatur bagaimana kita melakukan improve terhadap diri kita secara perlahan.

Konsep awal yang ditawarkan dalam prinsip dan budaya ini adalah melakukan rutinitas terencana dengan waktu 1 menit setiap harinya. Misalkan kita telah berencana untuk belajar alat musik sewaktu pulang kerja, dari situ setiap harinya kita perlu meluangkan waktu selama 1 menit untuk belajar alat musik, di waktu yang sama. Apa keistimewaan dari waktu 1 menit? Pola pikirnya adalah ketika kita melakukan kegiatan dengan waktu 1 menit kita cenderung tidak akan merasa keberatan, "1 menit doang kok". 

Alaminya, diri kita akan merasa senang ketika telah melakukan satu kegiatan baru yang membuat diri kita improve, meskipun baru hanya 1 menit melakukannya. Secara tidak sadar pikiran kita akan merasa puas setelah menjalankan hal-hal yang terjadwal, dan ketika jobdesk harian kita telah selesai dilakukan, tentunya warga sekalian sudah paham dong bagaimana rasanya menuntaskan kewajiban atau jobdesk kita? Ya betul, Lega.

Kelegaan dan rasa senang inilah yang akan menstimulus kita untuk terus melakukan kegiatan ini secara rutin di setiap harinya, dan jika terus berjalan dengan jangka waktu yang lama, maka intensitas dan kualitas juga akan terus meningkat. Sampai pada akhirnya akan membudaya dan membuat diri kita bertanggung jawab untuk melakukan kegiatan tersebut di keseharian kita 

Bukti nyata hasil dari prinsip ini adalah warga jepang sendiri, negara yang terkenal akan ketertiban dan kedisiplinannya. Budaya ini telah diajarkan sejak dini oleh masyarkat jepang, salah satu contohnya adalah kegiatan Shitsuke yakni bagaimana mereka meletakkan sepatu di rak, duduk di kursi dengan baik, mendengarkan dan menghormati orang yang sedang berbicara, serta lain sebagainya.

Budaya kaizen dapat kita terapkan di berbagai aspek kehidupan kita, terutama hal-hal yang ingin kita jadikan rutinitas baru. Setelah membaca artikel ini mungkin warga sudah terpikirkan dengan suatu hal, segeralah untuk menjadwalkannya dan menerapkan prinsip kaizen.

Kita dapat mengawalinya dengan membuat daftar kegiatan yang ingin kita pelajari, jadwalkan waktu dan tempatnya, lalu mulailah menerpakan konsep 1 menit, kembangkan durasi dan intensitasnya sesuai dengan kemampuan kita, teruslah bertahan hingga secara tidak sadar kita telah menjalaninya sebagai rutinitas harian yang baru

Bertumbuh dan berkembang merupakan sifat alami manusia, bertumbuh dan berkembang secara biologis merupakan hal yang pasti bagi diri kita, sedangkan pola pikir dan skill harus kita tumbuh dan kembangkan sendiri. buatlah tujuan-tujuan yang ingin dicapai agar selalu memotivasi diri kita untuk selalu berkembang. Seperti halnya tanggung jawab, jadikanlah diri kita sendiri sebagai tanggung jawab terbesar, karena dibalik perkembangan diri kita, akan ada orang-orang terdekat yang juga akan menerima manfaatnya.

Ditulis oleh:
Bimantio Fariz N
Bacaan 2 menit
Dilihat :
337

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait