Kenapa rata-rata orang Indonesia kurang bisa Bahasa Inggris

Bacaan 3 menit

Sering banget saya lagi scrolling media sosial, terus ngeliat konten yang dibuat orang Indonesia tapi si kreator menggunakan Bahasa Inggris, di kolom komentarnya ada beberapa orang yang berkomentar "Gak ngerti Bahasa Inggris" atau " Gak bisa Bahasa Inggris". Dilansir dari situs English First (EF), English Proficiency Index edisi tahun 2022, negara Indonesia berada di peringkat ke-81 dari 111 negara. Fenomena ini membuat saya berpikir, kenapa ya rata-rata orang Indonesia nggak bisa atau kurang mahir dalam Bahasa Inggris. Setelah saya analisis, berikut beberapa alasannya:


Mental Block

Dari tahap Sekolah Dasar, banyak murid yang sudah kena mental block karena menganggap Bahasa Inggris itu sulit dan tidak terlalu penting untuk dipelajari karena merupakan bahasa yang asing untuk mereka.

Selain itu, rasa percaya diri juga salah satu faktor penting dalam mempelajari Bahasa Inggris. Ketika orang yang sedang belajar Bahasa Inggris berada di lingkungan yang tidak supportif mereka akan kehilangan rasa percaya diri ketika melakukan kesalahan. Salah satu contoh yang sering ditemui adalah ada beberapa orang yang berkata "Kalo nggak bisa Bahasa Inggris, nggak usah ngomong Bahasa Inggris." atau "Buat apa sih ngomong sok Inggris begitu?". Hal ini bisa mengarah ke kemalasan untuk belajar Bahasa Inggris. Solusinya adalah lebih banyak menghabiskan waktu dengan lingkungan yang lebih supportif ketika kita belajar Bahasa Inggris. Contohnya dengan orang yang memang mother tongue-nya Bahasa Inggris. Mereka akan lebih maklum dengan kesalahan yang kita buat dan tidak menghakimi ketika salah.

Seiring waktu juga, ketika kita beranjak lebih dewasa kita akan dihadapkan dengan grammar. Untuk sebagian orang, grammar bisa jadi sangat rumit karena kompleksitasnya. Kompleksitas inilah yang membuat sebagian orang bingung dan seringkali salah karena struktur perbedaan bahasa.

Faktor Umur dan Faktor Kognitif

Orang yang lebih muda akan lebih mudah mempelajari Bahasa Inggris, sedangkan untuk orang yang lebih tua akan lebih sulit dan menantang karena perubahan kognitif. Perubahan kognitif ini diantaranya, daya ingat dan kemampuan dalam berbahasa yang menurun. Namun, dengan strategi belajar yang sesuai dan motivasi, masalah ini dapat dipecahkan. Salah satu strategi yang sering kita lihat adalah mengajarkan anak-anak Bahasa Inggris sejak dini, dimulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD).

Edukasi yang terbatas

Berdasarkan pengalaman saya, belajar Bahasa Inggris hanya diajarkan di tahapan Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Itu pun hanya belajar secara textbook, yang dimana dalam penggunaan Bahasa Inggris akan sangat berbeda. Seperti writing, speaking, listening, jika hanya dengan pengetahuan textbook dan tidak dipraktekan secara langsung akan terasa kurang efektif. Namun seiring berkembangnya teknologi, kita sekarang bisa dengan mudah mendapatkan English courses  di Internet. Ada juga aplikasi seperti Duolingo yang bisa memudahkan kita dalam mempelajari Bahasa Inggris. Komunitas untuk belajar Bahasa Inggris juga sudah sangat banyak saat ini.

Males

Atuhlah, Pak. Kalo males ya gimana mau bisa Bahasa Inggris. "Tapi saya kan, kagak ada waktu buat belajarnya?". Dalam sehari itu ada 24 jam, kalo disisihkan setengah jam aja buat belajar tiap hari, pasti kita bisa Bahasa Inggris. Belajar bahasa itu membutuhkan usaha dan latihan yang konsisten. Karena kalo nggak konsisten akan lebih susah ber-progress-nya. Saya kasih tau nih, kalo Bahasa Inggris itu merupakan bahasa yang paling banyak digunakan di dunia. Dengan belajar Bahasa Inggris juga kita akan dapat lebih banyak akses ke informasi dan pengetahuan, ditambah lagi kalo udah mahir dalam Bahasa Inggris, persentase kita bisa naik ke jenjang karir yang lebih tinggi jadi lebih besar. Selain itu, dengan mempelajari Bahasa Inggris akan lebih mempermudah kita ketika travelling dan juga networking dengan banyak orang di belahan dunia.

 

Dengan belajar Bahasa Inggris, kita akan mendapatkan banyak banget manfaat. Ketika dihadapkan dengan konten, artikel atau video yang berbahasa Inggris daripada bilang "Gak bisa Basa Enggres" mending bilang "Oh, saya belum ngerti maksud dari konten / artikel / video ini, tapi bakal saya cari tau." Kalo dari warga sendiri apakah mengalami kesulitan dalam belajar Bahasa Inggris?

 

Ditulis oleh:
Jamal Robot
Bacaan 3 menit
Dilihat :
182

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait