Beberapa waktu lalu kami nonton sebuah video di YouTube dari channel Rob So Far So Good. Isinya sederhana. Seorang kakek bercerita tentang hidupnya.
Tapi ada satu kalimat yang nempel banget.
“I looked back to my 20s and 30s and wondered… where did the time go?”
Dia bilang, waktu muda rasanya hidup kayak nggak ada batasnya.Usia 20-an sampai 30-an itu rasanya seperti masa paling kuat dalam hidup. Energi masih banyak, badan masih kuat, pikiran penuh rencana.
Kerja keras.
Party. Ganti pasangan. Kejar karier. Bikin rencana masa depan.Semua terasa seperti hidup baru saja dimulai.
Tapi kemudian suatu hari…
Boom.
Umur bertambah.
Orang-orang berubah. Waktu berjalan lebih cepat dari yang kita kira.Dan tiba-tiba kita sadar satu hal yang agak menampar:
Ternyata waktu tidak endless.
Kakek itu bilang, ketika dia melihat ke belakang, dia menyadari banyak waktu habis untuk hal-hal yang sebenarnya kecil.
Bertengkar dengan orang yang kita sayang.
Kejar jabatan yang ternyata tidak terlalu berarti. Beli barang yang dulu terasa penting, tapi sekarang bahkan tidak tahu di mana.Lalu dia bertanya pada dirinya sendiri:
“Was it worth it?”
Dan baru setelah dia mengalami health scare, kehilangan orang yang dicintai, dan beberapa trauma hidup…Jawabannya mulai terasa jelas.
Yang penting dalam hidup ternyata cuma beberapa hal sederhana:
Family.
Health. Peace.Dan dari cerita itu, kita jadi kepikiran satu hal:
Kalau usia 20–30 itu masa yang paling cepat lewat dalam hidup…
mungkin ada beberapa hal yang seharusnya kita jaga baik-baik di usia itu.1\. Jaga Hubungan dengan Orang yang Benar-Benar Penting Di usia 20–30, banyak orang sibuk membangun hidup.
Bangun karier.
Bangun bisnis. Bangun reputasi.Dan tanpa sadar, sering kali yang dikorbankan justru hubungan dengan orang terdekat.
Telepon orang tua jadi makin jarang.
Ketemu saudara makin jarang. Ngobrol panjang dengan pasangan mulai tergantikan dengan scrolling HP.Padahal kalau kita tanya orang yang sudah tua tentang apa yang paling mereka sesali, jawabannya hampir selalu sama:
Bukan soal uang.
Bukan soal jabatan. Tapi soal waktu dengan orang yang mereka sayangi.Sebuah penelitian panjang dari Harvard Study of Adult Development yang berlangsung lebih dari 80 tahun menemukan satu kesimpulan sederhana:
Hubungan yang baik adalah faktor terbesar yang membuat seseorang hidup lebih bahagia dan lebih sehat.
Bukan gaji. Bukan rumah. Bukan status sosial.Hubungan.
Makanya kalau sekarang masih di usia 20–30, ada satu hal yang perlu dijaga baik-baik:
Jangan terlalu gampang bertengkar dengan orang yang kita sayang.
Karena kadang ego cuma bertahan beberapa menit…
tapi penyesalan bisa bertahan bertahun-tahun.2\. Jaga Kesehatan Sebelum Badan Mulai Menagih Di usia 20-an, badan biasanya masih terasa kebal.
Begadang?
Masih bisa kerja besoknya.Makan sembarangan?
Badan masih aman.Minum kopi tiga gelas sehari?
Masih santai.Karena tubuh masih kuat, banyak orang berpikir:
“Nanti aja lah jaga kesehatan kalau sudah tua.”
Padahal masalahnya begini.
Sebagian besar penyakit kronis tidak muncul tiba-tiba.
Dia dikumpulkan pelan-pelan selama puluhan tahun.
Menurut WHO, penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung biasanya berkembang karena kebiasaan yang dimulai sejak usia muda:
pola makan buruk
kurang olahraga kurang tidur stres kronis Masalahnya, efeknya baru terasa ketika usia sudah 40 atau 50.Dan saat itu sering kali sudah terlambat.
Makanya di usia 20–30, yang perlu dijaga sebenarnya bukan cuma ambisi… tapi juga tubuh yang kita pakai untuk mengejar ambisi itu.
Karena kalau tubuh sudah rusak, semua rencana hidup bisa ikut berhenti.
3\. Jaga Cara Kita Memakai Waktu Ada satu ilusi besar yang sering terjadi di usia muda.
Kita merasa waktu itu masih sangat panjang.
“Ah masih 20-an.”
“Masih ada waktu.” “Nanti aja seriusnya.”Padahal kalau dipikir-pikir, waktu berjalan lebih cepat dari yang kita kira.
Coba hitung.
Jika seseorang mulai serius hidup di usia 30…
Artinya dia sudah melewati sekitar 10 tahun masa dewasa awal.
Sepuluh tahun.
Itu waktu yang sebenarnya sangat panjang.
Dalam sepuluh tahun, seseorang bisa:
membangun karier
membangun keluarga membangun bisnis atau justru membangun penyesalan Banyak orang baru sadar tentang nilai waktu ketika usia sudah mulai mendekati 40.Dan sering kali kalimat yang keluar adalah:
“Kayaknya waktu cepat banget ya.”
Bukan karena waktu benar-benar cepat.
Tapi karena banyak waktu habis untuk hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting.
4\. Jaga Hubungan Kita dengan Uang Usia 20–30 juga sering menjadi masa di mana seseorang mulai menghasilkan uang sendiri.
Gaji pertama.
Bonus pertama. Beli barang pertama dengan uang sendiri.Dan di fase ini, banyak orang terjebak dalam satu pola yang sama:
Lifestyle inflation.
Semakin besar penghasilan, semakin besar pengeluaran.
HP baru.
Motor baru. Liburan. Gadget. Barang-barang yang dulu terasa seperti simbol keberhasilan.Tidak ada yang salah dengan menikmati hasil kerja keras.
Tapi yang sering tidak disadari adalah ini:
Beberapa keputusan finansial kecil di usia 20–30 bisa menentukan kualitas hidup di usia 40–50.
Orang yang mulai menabung dan berinvestasi lebih awal biasanya memiliki keunggulan besar.
Bukan karena mereka lebih pintar.
Tapi karena mereka memberi waktu bagi compound interest untuk bekerja.
Sebaliknya, orang yang menghabiskan semua penghasilannya di usia muda sering kali baru mulai menata finansial ketika tanggungan sudah banyak.
Dan itu jauh lebih sulit.
5\. Jaga Kedamaian Pikiran Satu hal yang sering disesali banyak orang ketika mereka menua adalah:
Terlalu banyak energi yang dulu dihabiskan untuk hal-hal yang sebenarnya tidak penting.
Berdebat di media sosial.
Membuktikan diri kepada orang lain. Membandingkan hidup dengan orang lain. Mencari validasi dari orang yang sebenarnya tidak terlalu peduli.Di usia muda, kita sering merasa harus membuktikan sesuatu.
Harus terlihat sukses.
Harus terlihat keren. Harus terlihat berhasil.Padahal kalau ditanya kepada orang yang sudah melewati banyak hal dalam hidup, mereka sering mengatakan satu hal yang sederhana:
Peace of mind jauh lebih berharga daripada terlihat hebat di mata orang lain.
Karena pada akhirnya, hidup bukan kompetisi.
Hidup adalah perjalanan yang sangat personal.
6\. Jaga Perspektif tentang Apa yang Benar-Benar Penting Ketika kakek di video tadi bercerita tentang hidupnya, ada satu bagian yang terasa paling jujur.
Dia bilang dulu dia mengejar banyak hal.
Promosi.
Karier. Status.Dan sebagian memang dia dapatkan.
Tapi ketika dia mengalami health scare dan kehilangan beberapa orang terdekatnya…
Semua itu tiba-tiba terasa berbeda.
Hal-hal yang dulu terasa besar…
tiba-tiba terasa kecil.Dan yang dulu terasa biasa…
tiba-tiba terasa sangat berharga.Waktu dengan keluarga.
Kesehatan. Ketenangan hidup.Hal-hal sederhana yang dulu sering dianggap biasa.
Penutup Usia 20–30 sering disebut sebagai masa membangun hidup.
Dan memang benar.
Di fase itu banyak keputusan penting dibuat.
Karier.
Hubungan. Cara mengelola uang. Cara melihat hidup.Tapi mungkin yang jarang disadari adalah ini:
Usia 20–30 bukan cuma masa untuk mengejar sesuatu.
Tapi juga masa untuk menjaga sesuatu.
Menjaga hubungan.
Menjaga kesehatan. Menjaga waktu. Menjaga kedamaian pikiran.Karena ketika kita melihat ke belakang suatu hari nanti…
mungkin kita juga akan bertanya hal yang sama seperti kakek di video itu:
“Where did the time go?”
Dan kalau kita bisa menjaga hal-hal penting sejak sekarang…mudah-mudahan ketika pertanyaan itu datang,
jawabannya bukan penyesalan.
Tapi rasa syukur.