Skip to main content
Logo
Search
Log In
Log In Sign Up
Lily of The Valley

Lily of The Valley

1
Joined Jan 7, 2023
Posts 2 Comments 0

⁨Lily of The Valley⁩'s Posts

Newest Top
Newest Top
Lily of The Valley Lily of The Valley Jan 23, 2023

Yuk, Quality Time Bersama Orang Tua!

Actions

Hubungan orang tua dengan anak memang bagusnya dibangun sejak kecil untuk menjalin keterikatan emosi yang baik dan harmonis. Namun, semakin beranjak dewasa, waktu kita bersama orang tua menjadi berkurang. Kita sudah mulai menjalani kehidupan secara mandiri dan memiliki kesibukan lain di luar rumah. Ada sebagian orang juga yang memang canggung bersama orang tuanya, tetapi hubungan seperti itu masih bisa diperbaiki sekarang agar tidak menyesal di kemudian hari. Berikut ini ada beberapa rekomendasi quality time berdasarkan pengalaman saya, yuk, disimak!

1. Temenin orang tua check up ke rumah sakit, ga cuma nganterin aja

Di usia senja, tentu kondisi kesehatan orang tua kita menurun. Kalo ibu saya, karena beliau sangat aware dengan kondisi kesehatan, saat beliau mulai merasakan keluhan, beliau langsung periksa ke dokter. Nah, berhubung ternyata penyakitnya perlu perawatan intens, jadi setiap bulannya harus kontrol ke dokter spesialis di rumah sakit. Saya manfaatkan momen ini untuk quality time menemani beliau selama proses pendaftaran hingga di ruangan konsul. Jadi biar ga hanya nganterin pulang-pergi, tetapi kita bisa temani orang tua dari proses pendaftaran hingga pengambilan obat, karena nunggu antriannya kan cukup lama, jadi bisa dijadikan momen untuk banyak mengobrol dengan orang tua dan kita juga jadi lebih tau kondisi orang tua sesungguhnya saat menemani di ruang konsul dokter. Karena orang tua pasti ga begitu paham sama beberapa bahasa kesehatan yang dijelaskan dokter, nah, dengan kehadiran kita, bisa lebih paham juga ketika dokter menjelaskan kondisi penyakit orang tua kita dan bisa turut menjaga orang tua dari pengaturan pola makan yang boleh dikonsumsi sampai kondisi lingkungan di rumah. Kan kasian juga kalo kita cuma nganterin doang, nanti orang tua kita bosan karena nunggu lama, lebih baik kita temenin sekalian quality time, pasti orang tua akan merasa senang karena mendapat perhatian dari anaknya.

2. Ajak makan makanan favorit orang tua

Makanan yang dikonsumsi orang tua memang mulai terbatas, misalnya udah ga boleh lagi makan makanan tinggi kolesterol dan yang manis-manis. Tapi menurut saya sih, kalo sesekali aja gapapa, kan kesian juga yak kalo orang tua kita terlalu banyak pantangan. Sekali-kali ajak makan di luar makanan yang lagi dipengenin orang tua atau masak makanan rumahan juga oke. Sambil makan enak, terus ngobrol-ngobrol deh dengerin cerita-cerita dari orang tua kita, duh seneng banget pasti ibu bapak kita. Apalagi sambil ngumpul-ngumpul sama anak cucu.

3. Ngobrol sambil piknik di ruang terbuka hijau

Nah ini kita harus mengaktifkan mode good listener. Orang tua pasti perlu temen ngobrol, apalagi kalo anak-anaknya sudah tinggal terpisah. Biar suasananya ga bosen di rumah lagi, kita bisa ajak orang tua buat piknik-piknik ke taman terdekat atau ruang terbuka hijau. Orang tua pasti senengnya sama suasana yang hijau adem-adem, jadi ini bisa menjadi ide yang menarik untuk ajak beliau. Siapin makanan ringan biar suasana mengobrol semakin asik, walaupun orang tua kita sering ngomongin hal-hal yang udah diceritain sebelumnya, tapi gapapa, sabar, justru itu yang akan selalu kita rindukan nantinya, luangkan waktu untuk menemani dan mendengarkan cerita orang tua kita.

4. Ajak belanja

Buat ibu-ibu, ini momen yang menyenangkan tentunya. Ajak ibu kita belanja barang kepengenannya atau belanja bulanan. Tawarin orang tua kita pengen belanja apa, ada barang yang lagi dipengenin ga, atau biasanya malah orang tua kita pengen belanja sesuatu buat anak kita, cucunya, gapapa yang penting orang tua seneng dan puas. Momen belanja sambil gandeng tangan orang tua, duh, manis banget!

5. Minta ajarin masak/bercocok tanam

Orang tua akan seneng banget kalo kita minta diajarin sesuatu yang beliau minati. Ibu yang suka masak, pasti seneng pas kita minta diajarin masak sesuatu yang asli dari resep ibu kita. Terus buat yang orang tuanya suka tanaman, bisa minta ajarin cara merawat tanaman, kita buat taman-taman kecil di teras rumah, minta tips dari orang tua kita gimana supaya tumbuhnya subur kayak di rumah orang tua.

6. Nonton TV/film bioskop

Di waktu luang, kita bisa temenin orang tua nonton tv acara kesukaannya atau ajak nonton bioskop yang genrenya disukai orang tua. Setelah nonton, bisa jadi bahan obrolan yang seru bersama orang tua terkait film atau acara yang barusan ditonton.

Yang terpenting selama quality time ini adalah kehadiran kita. Orang tua pasti selalu merindukan kehadiran anaknya di rumah seperti dulu. Tapi kita yang sudah tumbuh dewasa ini, pasti memiliki kesibukan lain di luar rumah seperti sibuk bekerja, aktivitas sosial, dan terutama yang sudah menikah dan tinggal terpisah pasti sudah fokus dengan keluarga kecilnya. Orang tua pasti selalu merindukan kita sebenernya. Maka, sediakan waktu untuk menemani orang tua agar tidak merasa kesepian dan kehilangan sosok kita. Ingatlah waktu kecil beliau yang selalu menemani melakukan aktivitas pertama kita seperti belajar, masuk sekolah hari pertama, dan antar-jemput kemana kita pergi. Nah, sekarang waktunya kita mengabdi dan melanjutkan bakti kita kepada orang tua, apalagi orang tua yang sudah semakin sepuh.

0 ⁨0⁩ ⁨comments⁩
Lily of The Valley Lily of The Valley Jan 15, 2023

Inspirasi dari Ayah

Actions

Jika saya bilang "Ayah adalah sosok superhero luar biasa", siapa yang setujuuu??

Alhamdulillah yang setuju, saya asumsikan bahwa hubungan kalian dan ayah berjalan dengan baik hehe.

Tentu Warga sepakat, selain ibu, orang yang berperan akan hadirnya kita ke dunia ini adalah ayah. Saya bersyukur terlahir dari kedua orang tua yang selalu memberikan kasih sayangnya secara murni.

Saya ingin berbagi cerita tentang beberapa poin inspiratif dari ayah saya dan sedang berusaha saya aplikasikan dalam kehidupan berorganisasi.

1. Tepat waktu

Ayah saya adalah tipikal seorang yang “clock oriented”. Beliau sangat menghargai waktu dan paling ga suka dengan keterlambatan. Saya banyak belajar hal ini dari ayah. Sejak TK hingga SMA, saya ga pernah terlambat datang ke sekolah karena beliau selalu mengawasi.

Dulu saya juga tipikal orang yang “clock oriented”, tapi entah kenapa sekarang secara ga sengaja jadi berubah “social time” (capek kena php mulu sama orang yang ngaret). Saya hanya mencoba menyesuaikan dengan lingkungan, meskipun suka sebel juga sih, haha. Sebenarnya masih ada sisa-sisa jiwa “clock oriented” dalam diri ini yang sedang saya usahakan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Saya pernah denger suatu kutipan:

”Menunda rapat karena ada yang terlambat, berarti memberi reward bagi yang terlambat, dan memberi hukuman bagi yang tepat waktu”

Nah lhoo… semoga menjadi pengingat bagi kita semua ya untuk menghargai waktu dan mengusahakan hadir on time dalam setiap agenda.

2. Well organized

Mau cerita, ayah saya bukan tipikal orang yang basa-basi nyuruh ini itu. Dulu waktu kecil, di rumah, saya punya 4 guru. Mama, ayah, dan kedua abang saya. Rame amat? Ya, ayah saya mampu memimpin keluarga dengan baik terutama dalam pembagian tugas untuk ngajarin saya si-anak bungsu-yang-beda-generasi-sama-si-abang. Keterampilan diajarkan oleh mama, menggambar dan ‘main komputer’ diajarkan oleh abang pertama, Bahasa Inggris diajarkan oleh abang kedua, membaca diajarkan oleh kedua abang saya, hitung-hitungan diajarkan oleh ayah, ilmu alam dan sosial saya lebih suka baca sendiri hehe (kalo ga ngerti baru nanya sama orang-orang di rumah).

Meskipun mama adalah ibu peradaban, tapi ayah saya konkret, setiap malam sepulang kerja selalu bantu anaknya belajar. Ga cuma nyuruh “kamu harus pinter ini, bisa baca itu”, tapi turun tangan langsung dalam membelikan buku-buku bacaan sejak saya belum sekolah serta meluangkan waktunya untuk mengajari saya pelajaran hitungan dengan metode yang sangat menarik.

Dari pengalaman tersebut saya jadi berusaha untuk ga omong doang, tapi terjun langsung dalam membantu secara konkret dan mengorganisir setiap pekerjaan dengan baik.

3. Militan

Meskipun bukan seorang militer ataupun terlahir dari keluarga militer, ayah saya punya sifat yang mungkin bisa dibilang cukup militan. Ayah selalu siap siaga dalam membantu, kapan pun, dimana pun, no wacana, ga php, dan konkret pastinya. Ayah akan melesat cepat, seperti superhero yang diminta mengatasi permasalahan dunia (haha, lebay juga).

Militan, ya kata ini yang saya kenal sejak masuk kampus dan bergabung dengan orang-orang yang menuntut hal ini. Berat bagi saya yang orangnya selow. Namun, saya mulai (terpaksa) patuh ketika ada ‘titah’ dari ‘senior’ dalam sebuah agenda. Karena di rumah, ayah memang tidak menuntut anak-anaknya seperti ini, tetapi saya mengamati sifat ayah dan berusaha untuk mencoba menerapkannya dalam kegiatan organisasi yang saya ikuti. Sebuah ‘tamparan’ kalo lagi khilaf.

4. Kesetiaan

Setia bukan melulu kepada pasangan, meskipun itu salah satunya. Selain memang setia sama mama saya hingga maut memisahkan, ayah juga sangat setia dengan seluruh anggota keluarga. Sebagai the one and only daughter in my family, selain dengan mama, saya juga sangat dekat dengan ayah. Pernah denger ga, katanya kasih sayang ayah kepada putrinya berbeda dengan kasih sayang kepada putranya? Hehe. Berbeda disini bukan dalam artian ga adil, tapi treatment-nya yang beda.

Ya begitulah, saya merasa menjadi seorang putri paling bahagia saat bersamanya. Ga pernah ngecewain. Untuk poin yang ini, kalo di organisasi bisa dibilang “komitmen”. Komitmen dalam menjalankan amanah dari awal hingga akhir dan tentunya ga ilang-ilangan dong :’)

Well, itu sebagian pelajaran inspiratif yang saya dapatkan. Buat Warga yang masih memiliki orang tua, yuk kita maksimalkan berbakti kepada orang tua, dan yang sudah menjadi orang tua, mari tanamkan nilai-nilai baik untuk anak-anak serta keturunan kita kelak.

Semoga bermanfaat :)

0 ⁨0⁩ ⁨comments⁩
Copyright © 2026 bapak2ID | All Rights Reserved