Skip to main content
Logo
Search
Log In
Log In Sign Up
Runa Aviena

Runa Aviena

1
Joined Jul 29, 2022
Posts 74 Comments 0

⁨Runa Aviena⁩'s Posts

Newest Top
Newest Top
Runa Aviena Runa Aviena Mar 10, 2023

Cara Memaknai Masa Tua dari Buku How to Grow Old

Actions

Kadang, kalau lagi diem saya suka tiba-tiba kepikiran soal menua. Kaya hidup di masa muda tuh emang enak banget, ya Pak. Semakin nambah umur, semakin banyak yang dikhawatirkan. Dari mulai soal fisik yang gak sekuat pas muda sampe soal kematian.

Sampe di suatu hari, saya nemu buku judulnya, "How to Grow Old". Cakep banget, Pak bukunya. Meskipun buku ini umurnya udah tua banget, tapi masih relate sama kehidupan sekarang. Gegara buku ini, saya jadi mikir kalau ternyata masa tua ternyata gak seburuk itu.

Jadi, sekarang saya mau sharing yang saya dapet, ya Pak.

  1. Orang tua melemah secara fisik. Tapi anak muda pun juga punya kekurangan, jadi gak papa.
    -------------------------------------------------------------------------------------------

Banyak orang menganggap kalau orang tua tuh gak bisa apa-apa lagi. Soalnya udah tua. Fisiknya lemah. Ditambah lagi, kita gak punya banyak informasi soal "menjadi tua". Makanya banyak yang mengira kalau masa tua gak lebih baik dari masa muda.

Tapi, kalau dipikir lagi, sebenernya setiap masa juga punya kelemahannya. Gak cuma masa tua.

Orang tua emang punya fisik yang lebih lemah dari anak muda. Tapi di sisi lain, anak muda juga punya kekurangan. Kaya pengalaman hidup yang lebih sedikit atau sikap yang impulsif.

Jadi, ganapa, Pak. Kita punya kekurangan saat jadi tua. Tapi sama kaya anak muda, kita juga punya kelebihan-kelebihan baru.

  1. Orang tua masih bisa berkarya, khususnya yang melibatkan kebijaksanaan dan kearifan.
    ---------------------------------------------------------------------------------------

Berkurangnya kekuatan fisik, gak bikin orang tua jadi gak bisa berkarya lagi. Mungkin setelah menua, kita gak bisa berkarya di bidang yang membutuhkan kekuatan fisik. Tapi, orang tua punya 2 kekuatan utama: kebijaksanaan dan kearifan.

Seiring usia yang bertambah, sebagai orang tua, kita tetap bisa berkarya. Khususnya yang sifatnya berbagi kebijaksanaan dan kearifan. Kaya nulis buku, berbagi pandangan hidup, atau jadi penasihat.

  1. Orang tua dihormati karena masa mudanya, bukan karena keriput dan ubannya.
    -----------------------------------------------------------------------------

Saat kita menua, keriput dan uban kita mungkin akan bertambah. Atau malah jadi botak. Tapi bukan itu yang bikin kita disayang dan dihormati sama anak-anak muda. Orang-orang tua dihormati dari kebijaksanaan dan kearifan yang dimiliki.

Kalo kita pengen jadi orang tua yang berkarisma, kita mesti siapin dari sekarang. Gak cuma nyiapin dana pensiun aja. Kita kudu nyiapin juga kebaikan dan pengalaman sebanyak-banyaknya.

  1. Pertambahan usia adalah hal yang layak disyukuri, sebab gak semua orang bisa mencapai usia tua.
    --------------------------------------------------------------------------------------------------

Kalimat ini bikin saya mikir sekaligus lega. Kalau dipikir lagi, gak banyak orang yang bisa mencapai usia tua ya, Pak. Jadi, kalau suatu hari nanti kita bisa mencapai usia tua, bukannya kita mesti bersyukur?

Soalnya kita bisa menjalani hidup yang lebih panjang dari orang lain. Mungkin ada kejadian berat yang bikin pengen nyerah, mungkin kita pernah ngalamin kecelakaan dan selamat, mungkin kita pernah sakit lalu sembuh, dan hal-hal sederhana lain yang layak disyukuri.

Karena dengan berbagai lika-liku itu, kita masih hidup. Masih bisa berumur panjang dan bisa berbagi sama orang-orang lain.

  1. Kematian bukanlah hal yang perlu ditakuti ketika kita sudah menjalani hidup dengan sebaik-baiknya.
    -----------------------------------------------------------------------------------------------------

Dan akhirnya, akhir dari kehidupan manusia ya kematian. Setelah menjalani hidup di masa muda, kemudian masa tua, akhirnya kita akan meninggal juga. Tapi seharusnya, kematian tidak lagi jadi hal yang menakutkan. Karena kita udah menjalani hidup dengan baik.

Kalau kata bukunya, kematian adalah penutup yang menyenangkan. Ibarat buku atau penampilan teater, setelah semua babak kehidupan, kita sampai di penghujung cerita dengan tenang dan damai.

Semoga nantinya kita bisa menjadi orang tua yang arif dan bijaksana ya, Pak. Lalu bisa berbagi ke orang yang lebih muda, dan menyelesaikan kisah hidup kita dengan baik.

0 ⁨0⁩ ⁨comments⁩
Runa Aviena Runa Aviena Feb 7, 2023

Ciri-Ciri Adik Belum Perlu iPhone dalam Hidup Adik

Actions

Pusing ya Dik? Liat temen2 udah pada pake iPhone, tapi Adik masih aja megang Android.

Sebelum checkout atau pergi ke iBox, coba deh renungin hal-hal berikut ini dulu. Sapa tau sebenernya Adik belum perlu iPhone dalam hidup Adik, cuma Adik belom sadar aja.

  1. Adik pengen iPhone karena FOMO
    ---------------------------------

Coba deh pikirin lagi, sebenernya Adik butuh iPhone karena emang butuh, atau karena temen2 Adik udah pada make iPhone aja? Terus Adik jadi kepengenan juga.

Emang sih iPhone kayanya asik banget buat foto, video, atau hal produktif lainnya. Tapi yakin itu alasannya?

Jangan-jangan "kebutuhan" yang Adik maksud itu cuma pembenaran Adik aja. Padahal ya alasan utamanya emang karena Adik FOMO pengen kaya orang2. Uuuuudah. Coba deh jujur dulu, Dik.

  1. Gak ada fitur spesial yang Adik perluin
    ------------------------------------------

Kalo udah jujur, coba tanya lagi, "Ada gak fitur khusus iPhone yang beneran Adiik perluin?"

Kalo gak ada, coba tunda dulu keinginan buat beli iPhone-nya.

  1. Adik perlu nabung setahun buat beli iPhone
    ---------------------------------------------

Adik mungkin udah kerja dan punya uang sendiri. "Ganapa dong, Pak, buat self-reward tipis2 mah." Ya kalau gaji Adik masih UMR mah ga tipis2, Dik :(

Coba deh itung dulu berapa harga iPhone yang Adik pengen. Trus itung juga "gaji" Adik per hari-nya berapa.

Kalo gaji Adik per hari masih 100ribuan, berarti harga iPhone yang 14 jutaan itu sama kaya 140 hari kerja Adik. Artinya, SEMUA gaji Adik selama 5 bulanan kudu ditabung buat beli iPhone. Kan gak mungkin.

Kalo Adik cuma bisa nabung sejutaan tiap bulan, berarti Adik kudu nabung lebih dari setahun buat beli iPhone. Keknya kurang oke gak sih, Dik?

  1. iPhone bukan barang produktif
    --------------------------------

Sekarang bayangin dulu, bayangin dulu aja Adik udah punya iPhone. Terus iPhone-nya mau Adik buat apa? Kalau baru sekedar memenuhi lifestyle dan sifatnya gak produktif, mungkin android Adik saat ini masih cukup.

Kalau Adik serius mau jadi content creator atau pekerjaan lain yang membutuhkan iPhone, mungkin Adik bisa mulai berpikir buat beli iPhone tersebut.

  1. Tabungan Adik ga cukup buat beli 2x
    --------------------------------------

Ini penting banget. Pastiin tabungan Adik bisa dipake buat beli iPhone yang Adik pengen 2x secara cash. Artinya, kalo Adik pengen iPhone yang harganya 14 jutaan, minimal banget tabungan Adik harus ada 28 jutaan atau lebih.

Rumus ini juga berlaku ke barang2 konsumtif dan mahal lain yang Adik pengen ya. Semisal tas, sepatu, jam tangan, dan lain-lain.

  1. Adik masih mikir berkali-kali buat beli
    ------------------------------------------

Sampai Adik nemu post ini, udah berapa kali mikir pengen beli iPhone, Dik? Kalo Adik udah gak bisa ngitungnya lagi, mungkin emang sekarang belum waktu yang tepat buat punya iPhone.

Yang terpenting itu bukan apa yang Adik punya atau pakai. Tapi kualitas diri yang Adik punya. Kalau kualitas diri Adik bagus, barang apapun yang Adik pakai bakal keliatan keren aja. Percaya, deh.

0 ⁨0⁩ ⁨comments⁩
Runa Aviena Runa Aviena Jan 30, 2023

Tips Supaya Tumbuh Kembang Balita Bapak Sesuai Usianya

Actions

Pak, anak udah mulai dibanding-bandingin belum sama anak lain? Gimana rasanya? Kayak ada nyesek-nyeseknya gitu, kan?

Saya juga pernah ngerasain dan ngalamin. Mana yang bandingin orang terdekat lagi. Emang sakit, Pak, cuma anggap aja itu sebagai alarm. Iya, peringatan biar Bapak dan istri lebih aware dan care terkait tumbuh kembang anak.

Apalagi kalau anak pertama, ya wajar ada salah-salahnya. Nah, ini ada sedikit tips dari saya biar Bapak sama istri bisa menemani si kecil tumbuh kembang sesuai usianya.

  1. Pahami Kode Kebutuhan Anak
    -----------------------------

Namanya juga anak-anak, dia belum bisa mengekspresikan perasaan, keinginan, dan kebutuhannya dengan ideal. Ada yang dengan tangisan, rengekan, tantrum, atau mungkin tingkah laku yang di mata Bapak dan Ibu sangat mengganggu dan menyebalkan.

Misalnya, anak lagi suka sekali melempar barang-barang di sekitarnya. Apabila Bapak dan Ibu gak paham kode kebutuhan si kecil, anak itu bisa jadi dilabeli nakal karena suka melempar-lempar barang. Padahal dia sedang berada di tahapan tersebut. Dari melempar barang, dia sedang memahami konsep benda jatuh dari atas ke bawah.

Tugas Bapak dan Ibu memfasilitasi kebutuhan tersebut dan mengarahkan. Misalnya, main lempar-lemparan bareng anak. Tentu disertai dengan edukasi, benda apa yang boleh di lempar disertai alasan logisnya dan di mana saja dia boleh melempar.

  1. Pantau Perkembangan Anak di Buku Pink dan Aplikasi
    -----------------------------------------------------

Tumbuh kembang anak bisa diketahui dari buku pink (Buku Kesehatan Ibu dan Anak) ataupun aplikasi kehamilan dan kelahiran, seperti Teman Bumil. Melalui itu, Bapak dan Ibu bisa tuh setiap bulan mengintip poin-poin tumbuh kembang anak.

Jika ada poin-poin tertentu yang belum terpenuhi, Bapak dan Ibu tinggal mencari cara bagaimana menstimulus anak agar tumbuh kembangnya normal.

Seandainya poin-poin tertentu itu udah genting, Bapak dan istri bisa segera berkonsultasi ke dokter anak terdekat.

  1. Jangan Dilarang, tapi Difasilitasi
    -------------------------------------

Setiap anak menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan baru, jangan dilarang. Itu bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangannya. Namun, fasilitasi dan temani.

Seperti anak di usia 9 bulan mulai merambat di tembok. Sebagai orang tua pasti takut anak jatuh lalu terluka karena terbentur dinding. Kalau demikian, tumbuh kembang anak mandek. Jadi, sebaiknya

Bapak dan Ibu tetap menemani dan mengawasi anak selama merambat.

  1. Cari Stimulus agar Sesuai Perkembangan
    -----------------------------------------

Di poin atas, Bapak dan Ibu kan udah mantau tumbuh kembang anak dari buku pink atau aplikasi. Andaikan ada poin yang belum terpenuhi, cari tau gimana cara memberikan stimulus kepada anak.

Misalnya, anak usia 2 tahun 1 bulan, sudah bisa memegang pegangan tangga ketika menaiki tangga. Kebetulan anak Bapak dan Ibu belum bisa. Nah, Bapak dan Ibu bisa sering mengajak anak bermain di taman yang terdapat fasilitas perosotan. Temani si kecil naik tangga dan meluncur di perosotan.

  1. Bapak dan Ibu mengasuh dengan cinta dan sayang
    -------------------------------------------------

Poin terakhir tentu harus mengasuh, merawat, dan membesarkan dengan penuh cinta dan sayang. Agar suasana pengasuhan di rumah memancarkan positive vibes yang mempengaruhi energi baik kepada si kecil.

Nah, demikian sedikit tips dari saya. Menemani tumbuh kembang anak bukan hanya membelikannya fasilitas ini itu atau menitipkannya ke orang lain, tapi juga mengasuh sesuai dengan kebutuhan anak.

0 ⁨0⁩ ⁨comments⁩
Runa Aviena Runa Aviena Jan 30, 2023

Tips Yang Bisa Adik Terapkan Ketika Menghadap ke Calon Mertua Untuk Meminta Restu

Actions

Buat Adek yang udah siap menikah, tapi masih ragu buat ketemu calon mertua, ada sedikit tips nih dari saya. Mungkin ada satu atau dua tips yang bisa Adek terapkan.

  1. Kenalkan diri (latar belakang, profesi, kondisi finansial, keluarga kandung, rencana setelah menikah)
    --------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kalo kondisinya Adek belum dikenal, Adek bisa memperkenalkan diri dulu. Dari nama, domisili, background pendidikan, profesi sekarang, kondisi keuangan, sekilas tentang orang tua dan keluarga kandung.

Saat menyampaikan juga bawa santai aja walau agak deg-degan gimana. Terbuka dan blak-blakan. Jangan ada yang ditutupi biar dari awal memang dimulai dengan kejujuran. Masalah diterima atau ditolak itu kan hal biasa.

Jika udah dikenal, ya paling infokan aja hal-hal yang belum diketahui sama calon mertua. Biar jadi bahan pertimbangan mereka juga. Pernikahan ini kan life journey yang sangat sakral. Jadi keterbukaan dan kejujuran sangat penting banget.

  1. Sampaikan maksud dan tujuan
    ------------------------------

Jika urusan introduction udah jelas, Adek bisa nih mengutarakan maksud dan tujuan berkunjung. Gak harus dari lisan Adek langsung, bisa bawa juru bicara juga, lho. Entah orang tua, saudara, guru spiritual, atau mungkin sahabat terbaik.

Lebih bagus lagi jika Adek punya alasan khusus mengapa mau menjadikan putri calon mertua sebagai istri.

  1. Kesiapan dan kesanggupan mahar sekaligus biaya menikah
    ---------------------------------------------------------

Sebagai tanda keseriusan, Adek juga bilang ke calon mertua tentang kesanggupan mahar sekaligus biaya menikah. Gak usah malu dengan berapa angkanya kalau menurut Adek masih kecil. Poin pentingnya, Adek nunjukin keseriusan.

  1. Konfirmasi kepantasan mahar buat calon istri
    -----------------------------------------------

Selanjutnya, Adek bisa bertanya ke calon mertua nih soal kepantasan mahar buat putrinya. Apabila maharnya masih kurang dari angka yang Adek siapkan, ada dua opsi: perjuangkan atau tinggalkan. Kalo mau diperjuangkan, tentu Adek harus memberikan jaminan waktu agar gak terlalu lama.

  1. Sampaikan waktu kesiapan dan bebaskan
    ----------------------------------------

Terakhir, sampaikan waktu kesiapan menikahnya kapan. Misalnya, dua atau tiga bulan dari sekarang. Ini agar ada kepastian menikah, jangan ada yang digantung. Sekaligus nunjukin kesiapan Adek untuk masuk ke babak kehidupan yang baru.

Kalo memang terpaksa harus lama seperti satu tahun karena ada kondisi tertentu seperti orang tua yang sakit keras, berikan kebebasan kepada calon mertua. Maksud kebebasan di sini, seandainya dalam masa satu tahun itu ada yang datang meminang dan lebih cocok, silakan aja nikahkan putrinya dengan orang lain.

Demikian tips buat Adek minta izin ke calon mertua buat menikahi putrinya. Dalam praktiknya di lapangan pasti sangat dinamis banget. Setiap orang punya ceritanya tersendiri. Namun, poinnya sebelum masuk ke rumah tangga, lewati dahulu tangga orang tua dengan baik.

0 ⁨0⁩ ⁨comments⁩
Runa Aviena Runa Aviena Jan 30, 2023

Kenapa Bapak Kudu Biarin Anak Bapak Merasakan Jenuh?

Actions

Mungkin Bapak masih ragu buat membatasi hape dan televisi ke anak Bapak yang di bawah 2 tahun. Alasannya bisa jadi takut mereka jenuh, bete, gak ngapa-ngapain, atau gaptek.

Nah, di sini saya mau meyakini kenapa Bapak sama istri justru bagus banget membiarkan anak jenuh. Karena ini udah saya praktekin langsung ke anak dan hasilnya sangat luar biasa.

1. Jenuh itu bagus buat anak

Ternyata oh ternyata jenuh itu justru bagus banget buat anak. Loh kok bisa? Bukannya ntar anak jadi gak aktif? Anak jadi pasif, diam aja?

Enggak, kok. Malah kejenuhan ini bisa memberikan stimulus ke anak buat mencari cara agar gak jenuh. Anak akan mengalihkan rasa ingin tau dan penasarannya ke benda-benda di lingkungan sekitar. Dia akan menghampiri kulkas, lemari, dispenser, pintu, dan barang-barang lainnya.

Dengan keterbatasan yang anak miliki, dia akan belajar mengomunikasikan apa yang diinginkan dan dimaksud kepada orang yang berada di dekatnya. Bisa dengan kode isyarat, menunjuk, atau memberi tau dengan kata yang gak sempurna.

2. Anak jadi mencari cara agar tidak jenuh dengan bermain

Karena gak ada hape dan televisi, anak akan mencari akal agar gak bosan dan bete. Dia bisa memberi kode biar digendong ke luar rumah, mondar-mandir merangkak, merambat di tembok, main dengan tubuh Bapak atau Ibu, atau sibuk tenggelam dengan dunia mainnya sendiri.

3. Stimulasi kreativitasnya dengan menemani anak bermain

Selagi otaknya sedang berkembang, Bapak atau istri harus sering-sering mengajak dan menemani anak bermain bareng dahulu dengan mainan yang dimilikinya. Selain itu, juga jelaskan ke anak apa yang sedang Bapak lakukan. Jadi, anak belajar bukan hanya dari apa yang dilihat, tapi juga yang didengar.

4. Jika waktunya tiba, anak akan bermain dengan kreativitasnya sendiri

Nanti jangan kaget kalo anak saat jenuh tiba-tiba mengejutkan Bapak dengan kreativitas imajinasinya. Misalnya, setiap pagi Bapak sering mengengkol motor untuk dipanasi. Anak akan menirunya dengan cara dia. Mengengkol sepeda roda tiga yang Bapak belikan.

Pada level berikutnya, anak akan menunjukkan kreativitasnya yang bikin Bapak senyum karena kagum dan terharu. Saat sedang jenuh, anak tiba-tiba menyulap bantal, guling, dan selimut menjadi rumah. Dengan tiga benda ajaib itu juga disulap jadi mobil, motor, kereta, atau apa pun.

Biasanya kreativitas anak gak jauh-jauh dari apa yang pernah dilihat dan didengar. Wah, pokoknya seru banget deh setiap kali anak memamerkan hasil karyanya.

5. Apresiasi kreativitas anak sekecil apa pun

Bagaimana pun bentuk kreativitas anak, Bapak apresiasi dengan penuh antusias. Hargai se-absurd apa pun bentuk dan hasilnya. Sebab kalo bukan orang tua yang mengapresiasi, siapa lagi? Iya gak?

Jadi gitu, Pak. Mangkanya anak Bapak kudu banget dibiarin jenuh. Lha pan pas dulu kita kecil juga sering banget jenuh ya, Pak. Terus ujung-ujungnya malah jadi kreatif dan berimajinasi sendiri. Seru bener! Jadi, biar masa kecil anak Bapak juga seru, ganapa sesekali biarin anak ngerasain jenuh, Pak!

0 ⁨0⁩ ⁨comments⁩
Runa Aviena Runa Aviena Jan 30, 2023

Alasan Kenapa Bapak Kudu Ikut Ngasuh Anak

Actions

Tahu gak Pak, 2017 kemarin, Indonesia dinobatkan sebagai fatherless country yang menempati peringkat 3 dunia, lho. Itu artinya ada banyak anak Indonesia yang menjadi “yatim” walau bapaknya masih hidup. Lho, kok, bisa? Iya karena banyak Bapak yang gak terlibat dalam pengasuhan.

Akhirnya anak-anak Indonesia mengalami yang namanya father hunger. Sebuah gangguan emosi karena orang itu gak pernah merasakan bapak hadir secara fisik atau psikis. Mungkin Bapak termasuk salah satu father hunger juga. Saya juga, Pak. <span style="font-size: 1.125rem;">Enggak enak banget sama bapak sendiri kayak orang asing. </span>

Selain biar gak ngerasain father hunger, ini alasan2 lain kenapa Bapak kudu ikutan ngasuh anak, Pak:

  1. Satu peran, segudang kebermanfaatan
    --------------------------------------

Ada banyak penelitian yang membuktikan bahwa peran Bapak sama pentingnya dengan Ibu di dalam pengasuhan.

Mengutip dari buku The Secret of Enlightening Parenting, anak yang diasuh oleh bapaknya cenderung lebih pintar secara akademis dan bisa menyelesaikan masalah. Dari sisi kematangan emosi, anak gak gampang depresi dan stress kalau lagi banyak masalah. Dari sisi sosial, anak juga lebih mudah bergaul dengan orang lain dan disiplin dengan peraturan.

  1. Mengajarkan prinsip hidup dan ketegasan ke anak
    --------------------------------------------------

Ibu cenderung mengambil keputusan berdasarkan emosi. Berbeda dengan Bapak yang dominan logika. Sehingga anak akan belajar ketegasan dan memegang teguh prinsip hidup.

Misalnya, anak belajar naik sepeda. Anak jatuh lalu menangis. Bisa jadi Ibu akan menuntun anak pelan-pelan. Lain cerita dengan Bapak. Anak jatuh, ditenangkan, lalu diminta buat lanjut belajar. Gak pakai dituntut, langsung dilepas.

Contoh lain, anak lagi main di rumah sepupunya. Biasanya, saat mau pulang, kakak/adik Bapak akan membiarkan anak Bapak membawa pulang mainan dengan berkata, “Udah bawa aja mainannya.” Di sini, Bapak akan menolak dan menjelaskan ke anak bahwa mainan itu bukan miliknya.

  1. Memberikan kepastian identitas gender bagi anak
    --------------------------------------------------

Dengan sering quality time, Bapak bisa tuh menjelaskan identitas gender anak sejak masih dini. Bapak bisa memberi tau perbedaan laki-laki dan perempuan dengan menjelaskan perbedaan Bapak dan Ibu. Cara singkat dan simpel ini jadi gak membuat anak bingung apakah dirinya laki-laki atau perempuan.

Bapak juga bisa tuh mengedukasi pendidikan seks ke anak. Pastinya bukan materi yang berat-berat. Ajari aja anak yang ringan-ringan, seperti jenis kelaminnya, fungsi alat reproduksinya, bagaimana merespon kalau ada orang lain yang menyentuh area sensitifnya.

  1. Meredam anak perempuan yang rentan haus perhatian, depresi, dan seks bebas
    -----------------------------------------------------------------------------

Ada nih seorang psikolog anak, Elly Risman yang memberi tahu bahwa anak perempuan yang kering kasih sayang, perhatian, dan cinta dari ayah akan berdampak buruk. Biasanya nih mereka cenderung ingin menjadi pusat perhatian, mudah depresi, dan terjerat ke dalam seks bebas.

Wah, bahaya banget, kan?

  1. Meredam peluang anak laki-laki yang nakal, agresif, kecanduan narkoba, dan seks bebas
    ----------------------------------------------------------------------------------------

Lain lagi dengan anak laki-laki, mereka yang fatherless akan nakal, agresif banget, mudah masuk ke perangkap narkoba, dan terjerat ke dalam seks bebas.

Ya, baik anak laki-laki dan perempuan punya satu kesamaan, yaitu: seks bebas.

Nah, itulah lima manfaat dari kehadiran ayah secara fisik dan emosi di dalam pengasuhan. Sebab anak bukan hape yang cukup diisikan kuota, ia juga punya hati yang butuh diberikan cinta dan welas asih.

0 ⁨0⁩ ⁨comments⁩
Runa Aviena Runa Aviena Jan 30, 2023

Yang Kudu Disiapin Kalau Anak Udah 6 Bulan dan Siap MPASI

Actions

Menjelang usia 6 bulan, biasanya udah mulai deg-degan nih buat persiapan MPASI. Apalagi kalau nyiapin MPASI anak pertama. Duuhhh... campur aduk pisan ya.

Saya juga merasakan hal yang sama. Apalagi jadi Ibu ini gak ada pelajarannya di sekolah dan kuliah. Tanya sana sini, cari sini sana. Ujung-ujungnya jadi bingung sendiri karena ada banyak pendapat.

Nah, daripada bingung dan pusing tujuh keliling, ini poin-poin yang Ibu2 bisa siapkan sebelum anak memasuki usia MPASI.

  1. Bekali diri dengan ilmu
    --------------------------

Di usia 6 bulan anak, Ibu dipaksa harus mengalami perubahan. Biasanya cukup memberi ASI atau susu formula, anak Ibu kini punya hak juga tuh buat diberi asupan makanan.

Yang bikin deg-degan ialah setiap perubahan pasti penuh dengan ketidakpastian. Ibu jadi menduga-duga apa yang akan terjadi nanti. Apa si kecil mau makan, gimana kalo gak mau makan, dan seabrek pertanyaan yang menari-nari di kepala.

Nah, solusi terbaik menghadapi perubahan ialah dengan ilmu. Ya belajar dari buku Kesehatan Anak dan Ibu (KIA), mencari info di YouTube dan media sosial lainnya, ikut kelas, dan membeli buku resep makanan.

Namun dari semua opsi di atas, kalo boleh ngasih masukan, sebaiknya ikut kelas webinar yang dipandu oleh orang yang kompeten, seperti dokter spesialis anak. Sehingga Ibu2 bisa konsultasi dengan tenang.

Di masa pembekalan ini, Ibu2 bisa tuh menggali tentang kapan jam makan anak yang bagus, makanan apa yang do or don’t, perpaduan makanannya apa aja yang sehat, cara menghadapi anak GTM, alasan anak bisa GTM, alat masak dan saji yang aman dan sehat, dan masih banyak lagi.

  1. Siapkan mental kalo ada orang lain yang menyuruh kasih makan anak di umur 5 bulan
    ------------------------------------------------------------------------------------

Setelah bekal ilmu cukup, Ibu2 juga perlu menyiapkan mental. Sebab Ibu2 masih hidup dengan generasi lama yang memberi makan anak bayi mereka dari umur 4 atau 5 bulan. Beruntunglah bagi Ibu2 yang di lingkungannya gak ada yang seperti mereka ini.

Sebab generasi lama ini bakal menyuruh Ibu2 buat segera menyuapi anak makan. Biasanya mereka akan mengeluarkan jurus pamungkasnya tuh. Nostalgia masa lalu. Dulu mah anak saya umur 4 bulan udah dikasih biskuit.

Sebagai orang tua, Ibu2 juga harus tegas. Walau kelihatannya anak udah menunjukkan tanda-tanda siap makan setiap kali melihat Ibu dan Bapak lagi makan, tetap jangan diberi makan. Belum waktunya.

Jika yang bersikap demikian orang tua atau keluarga terdekat, edukasi dengan setulus hati. Sampaikan dengan lembut, tapi tetap tegas dalam bersikap. Gak ada toleransi anak makan di bawah 6 bulan.

  1. Cari tau cara menghadapi anak GTM dan cara menyikapinya
    ----------------------------------------------------------

Biasanya nih anak di awal-awal MPASI lahap bener makannya. Buat Ibu2 jadi sumringah dan bahagia

karena makanan yang susah payah diolah dengan cinta dimakan dengan antusias. Namun, semua anak akan mengalami tahap GTM (Gerakan Tutup Mulut). Kondisi di mana bayi mogok makan.

Berada di fase ini, Ibu2 bisa stress banget. Kesal karena udah masak capek-capek, tapi gak dimakan. Sedih karena melihat anak yang gak mau makan. Takut anak akan sakit.

Untuk itulah dibutuhkan bekal ilmu agar punya referensi saat melewati periode ini. Gak mudah memang. Namun dengan pijakan berupa ilmu, ibu2 setidaknya jadi lebih kalem karena tau harus bersikap gimana.

0 ⁨0⁩ ⁨comments⁩
Runa Aviena Runa Aviena Jan 30, 2023

Kenapa Anak Bapak Sering Tantrum Setelah Usia 2 Tahun?

Actions

Anak Bapak yang unyu2 sekarang mulai sering tantrum? Padahal sebelum-sebelumnya anak Bapak kalem banget. Tapi kok sejak masuk usia 2 tahun jadi lebih sering darah tinggi ya?

Fase Terrible Two

Tahu gak Pak? Ada fase perkembangan anak yang disebut terrible two. Sesuai namanya, fase ini biasanya dialami sama anak yang mulai masuk usia 2 tahun atau 24 bulan. Tapi ada juga yang mulainya dari usia 18 bulan atau baru muncul di usia 30 bulanan.

Pada fase ini, biasanya anak bakal jadi lebih sensitif dan gampang tantrum. Udah gitu, kadang tantrumnya juga dibarengin sama aktivitas negatif. Kaya ngelempar barang, nyubit, mukul, gigit, ngebantah, nantang, atau tantrum parah.

Katanya, fase ini bakal berakhir ketika anak usia 3 tahun atau 4 tahun. Lumayan ya, pak.

Cara Menghadapi Fase Terrible Two

Meskipun akan berakhir, tapi sebagai orang tua, tetap aja Bapak sama istri kudu ngelakuin sesuatu nih. Ada beberapa hal yang bisa Bapak sama istri lakuin pas anak lagi di fase ini, misalnya:

1. Anggap sebagai tantangan

Tahapan terrible two ialah tahapan normal yang dilewati setiap anak. Jadikan aja ini sebagai tantangan, bukan masalah besar. Ya anggap seperti Bapak dan Ibu lagi bermain game yang salah satu tantangannya adalah menghadapi anak yang terrible two.

Dengan adanya tantangan, Bapak sama Ibu kan jadi mencari jalan keluar gimana agar bisa menyikapi terrible two.

2. Kenali pemancing anak tantrum

Setiap anak tantrum biasanya tuh punya penyebab dan tujuan yang berbeda. Bapak dan Ibu sebagai orang tua harus bisa nih mengenali apa yang jadi penyebab utama. Kalo bicara tujuan, ‘kan udah clear agar keinginannya terpenuhi.

Dari pengalaman saya, pemancing anak tantrum di antaranya, gak konsisten menerapkan peraturan, peraturan Bapak sama Ibu beda, selalu menuruti keinginannya, gak jadi teladan bagi anak, jam tidur gak teratur, jam makan berantakan, mau menarik perhatian karena Bapak dan Ibunya sibuk kerja.

3. Hindari pemicunya dan cari tau cara mengatasinya

Setelah tau pemicu anak bisa tantrum, Bapak sama Ibu tinggal mencari cara nih gimana menghindari pemicunya. Terutama pemicu yang bisa Bapak dan Ibu bisa kontrol. Misalnya, jam makan dan tidur teratur, peraturan Bapak dan Ibu selaras, tegas menerapkan aturan, dan main bareng anak.

Walaupun udah melakukan cara di atas, anak pasti akan tetap melakukan aktivitas yang ngeselin. Cuma jauh lebih baik, kok.

4. Pahami emosinya, jangan ikut emosi

Cara tambahan lainnya ialah pahami emosi anak seolah-olah Bapak sama Ibu merasakan yang dia rasakan. Memang agak susah apalagi kalo kondisi fisik dan psikis Bapak dan Ibu sedang drop, bisa mudah sekali terpancing emosi. Itulah mengapa butuh latihan berulang-ulang.

Cara memahami emosinya ialah saat anak misalnya menunjukkan emosi frustasi karena gak bisa memainkan mainan baru. Bapak atau Ibu bisa bilang, “Oh, kamu kesel ya gak bisa masukin benang ke sedotan.”

Nah, sembari memahami emosi anak, Bapak atau Ibu bisa membantu atau mencontohkan sekali lagi cara bermain mainan baru.

5. Berikan nasehat kala dia sedang fokus dan hepi

Setelah anak kembali hepi dan fokus, Bapak atau Ibu baru bisa masuk berikan pesan yang menenangkan. Seperti, “Kalo kamu gagal main, kamu bisa coba ulang dari awal dengan tenang.”

Dengan catatan, jangan meyakini dengan memberi nasihat lantas anak berubah. Wah, sim salabim banget. Gak ada begitu ceritanya. Masih butuh waktu dan tetap seperti ini ya.

Pastinya gak mudah buat mengelola emosi. Jika memang terlanjur terpancing, kembali minta maaf dan evaluasi diri. Tetap semangat Bapak dan Ibu yang sedang berjuang dengan anak terrible two.

0 ⁨0⁩ ⁨comments⁩
Runa Aviena Runa Aviena Jan 23, 2023

Yang Harus Bapak Ibu Lakuin Kalo Terlanjur Marah ke Anak

Actions

Pak, pernah marah sama anak gak? Pasti pernah lah, ya. Meskipun udah berusaha banget nerapin gentle parenting, kadang ada waktunya juga gak bisa nahan marah sama anak. Apalagi kalo Bapak lagi rariweuh sama kerjaan atau banyak pikiran. Duhh..

Kalo udah gitu, gimana rasanya setelah marah-marah ke anak? Nyesel, kan?

Mau sesempurna apa pun teori parenting yang udah Bapak sama istri pelajari kayaknya bakal ada fase kebablasan. Sebut aja seperti terlanjur marah-marah ke anak. Karena emang fungsi ilmu dan teori ‘kan salah satunya biar Bapak back on the track.

Trus kudu ngapain nih, Pak kalo udah terlanjur? Sebenernya ada beberapa hal yang kalo bisa kudu Bapak lakuin. Kalo gak bisa, ya bisa-bisain aja lah, Pak. Paling nggak, ada 3 hal yang bisa Bapak lakuin kalo udah terlanjur marah, yaitu:

  1. Minta Maaf dengan Tulus
    --------------------------

Jangan gengsi dan segan buat minta maaf ke anak. Ini penting banget buat ngajarin anak soal keteladanan. Selain itu, secara gak langsung Bapak dan istri mengajarkan siapa pun yang salah harus minta maaf. Tua atau muda kalo berbuat salah ya minta maaf.

Lakukan minta maaf dengan tulus. Saat minta maaf, pastikan Bapak atau istri menatap langsung anak ke kedua matanya. Kalau perlu, berikan pelukan atau elus-elus rambut anak.

  1. Evaluasi Diri Agar Bisa Mengelola Emosi Lebih Bijak
    ------------------------------------------------------

Agar marah-marah gak jadi kebiasaan, Bapak dan istri gak ada salahnya melakukan evaluasi. Bisa dengan cara mindfulness, self talk, atau meditasi. Bisa juga pakai cara lain yang menurut Bapak paling works.

Evaluasi diri ini penting banget. Supaya ke depannya Bapak bisa lebih tenang dan bijak dalam berbagai kondisi. Namanya anak-anak, kadang emang ada aja tingkahnya yang bikin emosi. Dengan evaluasi, Bapak jadi bisa ngeliat lebih jernih masalahnya.

Apakah kondisi tersebut emang salah anak, atau emang Bapak dan istri lagi capek aja. Terus kalau terjadi hal yang sama di masa depan, kira-kira tindakan apa yang bakal lebih efektif buat dilakuin. Apa Bapak emang kudu marah atau ada cara lain.

  1. Selalu Lakukan 4:1
    ---------------------

Setiap kali melakukan kesalahan ke anak, Bapak dan istri bisa banget melakukan kaidah 4:1. Kaidah 4:1 ini adalah aturan di mana Bapak melakukan 4 kebaikan setelah melakukan 1 kesalahan.

Misalnya, Bapak marah-marah ke anak. Ini kan dihitung sebagai 1 kesalahan. Sebagai penebusnya, Bapak wajib melakukan 4 kebaikan kepada anak. Misalnya, meminta maaf, memeluk, mencium, dan mengajak anak main ke Timezone.

Kenapa harus 4 kebaikan?

Karena secara matematis, 4 kebaikan dikurang 1 kesalahan, Bapak masih punya tabungan 3 kebaikan. Dengan cara ini, mudah-mudahan anak jadi gak takut atau kehilangan respek sama Bapak.

Nah, gitu Pak caranya. Dengan cara tersebut harapannya sih anak jadi tervalidasi perasaannya dan tidak takut sama Bapak atau istri. Tapi, bukan berarti abis ini Bapak bisa marah-marah ke anak, ya.

Tips dan kaidah di atas bukan pembenaran supaya Bapak bisa marah-marah. Tapi supaya hati Bapak jadi lebih lega dan hubungan Bapak sama anak gak jadi retak akibat marah-marah.

0 ⁨0⁩ ⁨comments⁩
Runa Aviena Runa Aviena Jan 23, 2023

Tips Biar Gak Saingan Sama Orang Tua Soal Pengasuhan Anak

Actions

Pernah gak sih, Bapak sama istri punya cara parenting ke anak yang beda sama orang tua atau mertua? Hal kaya gini gak jarang bikin clash antara bapak dan istri sama orang tua atau mertua.

Apalagi kalau dua-duanya ngerasa parentingnya udah terbaik. Bapak sama istri pake parenting kekinian dan sesuai sama anjuran psikolog atau DSA. Sementara orang tua pake parenting yang selama ini mereka lakuin.

Biasanya kalau udah begini, saya bakal coba buat ngelakuin hal ini, Pak:

  1. Dengerin Keluhan Istri
    -------------------------

Kalau yang clash antara istri sama orang tua, biasanya saya bakal dengerin dulu keluhan istri gimana. Karena pan dia yang sering sama anak. Biasanya ada aja hal yang diceritain. Termasuk keterlibatan orangtua dalam parenting anak. Dengerin aja Pak.

Biasanya cara parenting orangtua itu sudah jelas beda jauh dengan eranya kita dan anak kita. Nah di sini suka ada ketimpangan antara istri dengan orangtua. Bukan maksud istri tidak butuh parenting dari orangtua, tapi istri juga ingin anak-anak berkembang sesuai dengan jamannya.

  1. Perhatikan Sikap Orang Tua ke Cucunya
    ----------------------------------------

Kalau pas lagi kumpul bareng keluarga besar, saya dalami benar-benar apa yang dilakukan orangtua saya terhadap anak-anak. Termasuk gimana orang tua ngemong anak saya sebagai cucunya.

Gak ada salahnya orangtua mencurahkan kasih sayang dengan cucu-cucunya. Namun mungkin cara parentingnya saja yang perlu mengikuti zaman sekarang. Saya memperhatikan cara parentignnya dengan tidak menyudutkan atau menyinggung perasaan beliau.

  1. Ngobrol Dari Hati ke Hati
    ----------------------------

Kalau memang ranah orangtua saya sudah melebihi kapasitasnya, saya akan mencari waktu yang pas untuk bisa ngobrol santai dengan beliau. Usahakan ngobrolnya dari hati ke hati biar orang tua gak merasa tersinggung.

Apalagi saat ini ilmu parenting udah gampang banget ditemukan. Mulai dari buku, orang sekitar, atau bahkan sosial media. Sambil ngobrol sama orang tua, saya coba dengering pendapat orang tua dan sharing2 gimana ilmu parenting jaman sekarang.

  1. Minta Izin Supaya Parenting Disesuaikan Sama Kesepakatan Saya dan Istri
    --------------------------------------------------------------------------

Trus saya juga minta izin untuk menyerahkan pada saya dan istri mengenai pola asuh anak yang mau kami pakai. Kalau bisa, saya juga komunikasikan supaya orang tua mau ikut berperan dalam pola pengasuhan yang kami gunakan.

Jadi, pola asuh Bapak, istri, dan orang tua bisa sejalan. Ini penting banget supaya anak bisa lebih mudah menerima pola pengasuhan yang diberikan. Di sisi lain, hal ini juga membuat anak lebih menghargai kita sebagai orang tua.

  1. Tetap Berterima Kasih
    ------------------------

Bagian ini juga gak kalah penting, Pak. Setelah komunikasi, jangan lupa untuk berterima kasih sama orang tua. Karena bagaimana pun mereka lebih berpengalaman dalam mengasuh anak dari pada kita. Karena bagaimana pun, kita bisa sehebat ini juga berkat campur tangan beliau.

Intinya komunikasikan dengan baik ke orangtua. Sampaikan bahwa bukan berarti cara mereka salah. Akan tetapi, penting juga untuk mengasuh anak sesuai dengan masa sekarang. Dan pastikan tetap hargai cara parenting beliau dengan baik dan bijaksana.

0 ⁨0⁩ ⁨comments⁩
Runa Aviena Runa Aviena Jan 14, 2023

Kenapa Law of Attraction Bisa Bikin Adik Dapet yang Adik Mau

Actions

Katanya, ketika Adik bener2 pengen sesuatu, Adik bisa nerapin law of attraction biar yang Adik mau tersebut dateng. Bisa aja bentuknya barang, gaji, pekerjaan, atau bahkan jodoh.

Selain disebut law of attraction, kekuatan ini juga sering disebut mestakung. Alias semesta mendukung. Yang kalo dipikirin sebenernya aneh banget. Kok bisa cuma berharap dengan kuat aja bisa bikin harapan jadi kenyataan?

Kalo dari pengamatan ala-ala, sebenernya sih ga serta merta kaya gitu. Konsep law of attraction ini sebenernya bikin beberapa hal dalam hidup Adik jadi berubah dalam skala minor yang Adik bahkan gak sadar. Beberapa di antaranya ini:

  1. Ketika adik yakin, kalimat adik juga akan terdengar meyakinkan
    -----------------------------------------------------------------

Kunci utama law of attraction adalah keyakinan utuh. Bahkan gak boleh ada keraguan sedikit pun dalam hati Adik. Nah, ketika Adik udah yakin sama apa yang Adik tuju, kalimat Adik juga bakal kedengeran meyakinkan buat orang.

Misalnya nih, Adik punya usaha dan pengen banget investor A naro investasi di usaha Adik. Kalo misal Adik ragu, kalimat Adik saat presentasi bisnis ke investor bakal kedengeran meragukan.

Sementara, kalo Adik yakin, kalimat Adik bakal kedengeran mantap betul. Jadi, bisnis Adik bakal keliatan potensial di mata investor. Akhirnya, investor tersebut mau deh investasi ke usaha Adik.

  1. Ketika adik yakin, gesture adik juga akan terlihat meyakinkan
    ----------------------------------------------------------------

Selain mempengaruhi omongan, gesture Adik juga bakal nunjukin kalo Adik tuh yakin bener. Kaya badan yang tegap, tatapan yang meyakinkan, sampai senyum dan cara berdiri yang kece bener.

Percaya atau nggak, gesture yang baik dan meyakinkan akan bikin orang-orang seneng berada di sekitar Adik. Kalo Adik pengen ngelamar kedemenan Adik, orang tuanya akan ngeliat Adik sebagai pria yang bisa diandalkan. Ihiy.

  1. Adik jadi punya semangat untuk mengejar yang adik2 inginkan
    --------------------------------------------------------------

Keyakinan tuh kaya bahan bakar. Ketika Adik yakin sama goals yang dituju, Adik bakal punya kekuatan ekstra buat mengusahakan hal itu. Adik akan lebih semangat dan mau going extra miles.

Makanya, keliatannya kaya jalan yang dilalui terasa lebih mudah. Padahal, bisa jadi jalannya sama aja. Cuma Adik lebih kuat aja buat ngadepin tantangan di jalannya.

  1. Adik jadi lebih tertarik sama orang dengan minat yang sama dengan tujuan Adik
    --------------------------------------------------------------------------------

Saya punya temen yang passionate banget sama masak. Akhirnya dia ditemuin sama orang2 yang punya passion yang sama. Jadi, dia bisa belajar banyak dari orang2 yang dia temuin tersebut.

Ditambah lagi, kalo Adik ngelakuin research online, algoritma juga bakal bawa Adik ke informasi yang berkaitan sama minat Adik. Mantap banget kan?

  1. Adik jadi lebih mudah ketemu orang yang akan support Adik
    ------------------------------------------------------------

Banyak orang yang udah senior dalam suatu bidang, pengen bisa berbagi sama orang lain. Tapi, bakal lebih menyenangkan kalo berbagi ilmu sama orang yang kemauan belajarnya tinggi.

Nah, ketika Adik menerapkan konsep law of attraction dengan maksimal, Adik bakal ketemu sama orang yang minatnya sama. Di antara orang tersebut, pasti ada orang yang tertarik sama Adik, bahkan mau jadi mentor secara gratis.

  1. Adik jadi lebih mudah melihat jalan yang harus Adik pilih
    ------------------------------------------------------------

Temen saya ada yang berpikir kalau dia suka fashion dan pengen punya usaha di bidang tersebut. Setelah dijalani, dia bingung sekali harus melanjutkan kemana, belajar apa, belajar dari siapa, dan lain sebagainya. Akhirnya, usahanya mandek dan banyak barang yang gak kejual.

Kemudian, dia coba juga buat jadi ilustrator karena dari dulu emang banyak tawaran dari bidang ini. Turn out, ternyata dia lebih berbakat di bidang ini. Orderannya hampir gak pernah sepi, dia ketemu mentor yang sesuai, dan dia tahu apa aja yang harus dia pelajari supaya kemampuan dan usahanya semakin maju.

  1. Pelan2 Adik jadi semakin dekat dengan tujuan yang Adik mau
    -------------------------------------------------------------

Setelah melalui pengalaman2 di atas selama beberapa waktu, Adik akan menyadari kalau Adik berjalan di jalan yang tepat. Jarak antara harapan dengan realita yang Adik jalani gak terpaut jauh. Dan pelan2 Adik menyadari kalau Adik semakin dengan tujuan atau hal yang Adik mau.

Kalau dipikir begini, ternyata law of attraction tuh bukan sesuatu yang magical banget ya, Dik. Karena kalau pun Adik udah yakin banget sama harapan Adik, nerapin law of attraction, tapi sambil rebahan atau gak ngapa2in, ya konsep ini tetep gak akan bekerja.

0 ⁨0⁩ ⁨comments⁩
Runa Aviena Runa Aviena Jan 8, 2023

Tips Menghadapi Gejala Cemas Buat Adik2 yang Baru Kerja

Actions

Buat adik2 yang punya kondisi Anxiety Disorder, hal kecil di dunia kerja bisa banget bikin cemas berhari2. Bahkan sampe gak nafsu makan dan ga bisa rehat. Terus harus gimana?

Waktu awal2 kerja, saya sering banget ngerasa cemas gini. Takut banget ngelakuin kesalahan dan suka panik kalau dikasih teguran. Seiring waktu, saya mulai belajar ngadepin hal tersebut dengan beberapa cara. Siapa tahu, cara yang saya lakuin bisa works juga di Adik.

  1. Ambil jeda sejenak. Tarik nafas dan jangan reaktif
    -----------------------------------------------------

Wajar banget kalau Adik merasa bersalah setelah melakukan kesalahan di kantor. Apalagi kalau ini pekerjaan pertama dan Adik juga dapat teguran dari atasan. Tapi, sebelum Adik panik dan melakukan tindakan reaktif, coba untuk ambil jeda sejenak.

Adik bisa duduk di kursi kerja Adik dan memposisikan badan serileks mungkin. Atau pergi sebentar ke toilet buat menenangkan diri. Ingat lagi kalau semua orang juga pasti pernah melakukan kesalahan pertama. Termasuk Adik. Dan hal ini bisa diselesaikan dengan baik.

  1. Ambil jarak dari masalah tersebut, jangan anggap sebagai serangan personal
    -----------------------------------------------------------------------------

Setelah itu, coba Adik ambil jarak dari masalah tersebut. Coba posisikan diri sebagai orang luar. Misal dengan membayangkan reaksi Adik ketika melihat rekan kerja ngelakuin kesalahan atau ditegur atasan. Biasa saja, kan? Bisa jadi orang lain juga melihat kondisi Adik seperti itu.

Pahami juga kalau sangat wajar ketika atasan ngasih teguran ke Adik. Jadi, anggap aja sebagai feedback atau saran yang membangun. Supaya lain kali Adik gak ngelakuin kesalahan yang sama dan bisa semakin baik lagi ke depannya.

Kalau Adik kerjannya sebagai CS atau bagian yang nerima komplain customer, Adik kudu inget kalo mereka bukan marah sama Adik. Tapi komplain sama perusahaan tempat Adik kerja. Jadi santai aja dan jangan diambil personal, ya!

  1. Cerita sama orang yang dipercaya dan bisa ngasih solusi
    ----------------------------------------------------------

Kadang-kadang, Adik perlu cerita ke orang lain supaya dapat gambaran utuhnya. Mulai dari seberapa fatal kesalahan yang dilakukan, seberapa besar masalahnya, atau bahkan solusi yang perlu dilakukan.

Sering kali, jawabannya sangat sederhana. Cuma, karena Adik udah panik duluan, jadi kaya masalahnya gede bener. Padahal mah bisa diselesaikan dalam beberapa menit aja.

  1. Komunikasikan langsung setelah agak tenang, jangan dibiarkan berlarut2
    -------------------------------------------------------------------------

Kalau masalahnya perlu dikomunikasikan, usahakan untuk langsung dikomunikasikan begitu Adik udah agak tenang. Jangan membiarkan masalah terlalu lama dan berlarut-larut.

Karena semakin cepat jelas, semakin cepat juga kecemasannya berlalu. Dan sebaliknya, semakin lama dibiarkan, justru kecemasan Adik akan semakin menguat.

  1. Kalau berulang, sering, dan mengganggu, mungkin sebenernya Adik perlu bantuan profesional
    --------------------------------------------------------------------------------------------

Kalau semua tips di atas udah dilakukan dan Adik tetep ngerasa panik, mungkin Adik butuh bantuan profesional. Begitu juga kalau kecemasannya sering berulang dan bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Gak usah malu buat dateng ke profesional kaya psikolog atau psikiater. Selain membantu menghadapi kecemasan, Adik juga bisa belajar mengenal diri lebih dalam. Termasuk kekuatan dan kelemahan Adik dan cara mengelola hal-hal tersebut.

Nah, itu beberapa hal yang pernah saya lakuin buat ngadepin cemas di tempat kerja. Kalau Adik baru pertama kali kerja, wajar banget kalau Adik ngerasa cemas. Tapi setelah beberapa bulan kerja, harusnya Adik sudah mulai terbiasa dengan dinamika yang Adik hadapi.

Jadi, semangat bekerjanya, Dik!

0 ⁨0⁩ ⁨comments⁩
Runa Aviena Runa Aviena Jan 3, 2023

Tips Menyikapi Orang Tua / Mertua yang Kayanya Pilih Kasih Sama Cucu

Actions

Terkadang si Mamah suka laporan ke saya kalo orang tua saya kok kayanya pilih kasih sama cucu. Terus kayanya lebih sayang sama ponakan saya darispada anak saya. Biasanya sih saya dengerin dulu aja Pak sampe istri puas cerita. Abistu, baru deh saya bertindak.

Eits, maksudnya, baru deh saya perhatiin lagi. Jangan2 cuma perasaan istri saya aja. Nah, kalo Bapak ngerasain yang sama, Bapak bisa coba cara yang saya lakuin juga nih.

1. Tarik napas panjang dan berpikir positif

Sebagai orang tua, udah pasti Bapak pengennya anak Bapak juga jadi cucu kesayangan pan. Etapi, sebelum bersikap reaktif, coba Bapak tarik napas panjang dulu.

Selain mengurangi rasa cemas, tarik napas juga bantu meredakan stres, mengurangi rasa gugup dan masih banyak manfaat lainnya. Misal kalau Bapak lupa tarik napas panjang, pan udah emosi aja tuh bawaannya pas tau “kok orang tua saya begini ya?” hehehe.

Abistu, coba berpikir positif. Penting banget berpikir positif dalam mengambil sikap maupun menerima informasi. Kita nggak tahu nih informasi yg di dapat itu nyata benar adanya atau malah ditambah bumbu-bumbu cabe bubuk. Hihihi.

Kalau dalam makanan sih enak yaa makaroni goreng bumbu cabe bubuk tapi ini kan bukan makanan yaa Pak. Sebisa mungkin kita berpikir positif dalam segala hal yaa Pak, karena berawal dr hal positif nanti tentunya akan menghasilkan yg positif juga.

2. Cari tahu kenapa cucu lain bisa lebih disayang

Mungkin ini soal banyaknya waktu kebersamaan cucu lain sama kakek neneknya dibanding waktu anak Bapak bersama dengan kakek neneknya. Waktu yang dilalui bersama-sama itu juga akan menimbulkan rasa kasih sayang yang lebih.

Kalau udah tau masalahnya di intensitas waktu, Bapak bisa nambahin waktu anak-anak buat main atau menjenguk kakek nenek di rumahnya.

3. Coba komunikasikan dengan orangtua atau mertua (siapa tahu cuma salah paham)

Sebenarnya agak gimana gitu ya Pak kalau kita ngobrol-ngobrol membahas soal anak kita apalagi soal perlakuan orangtua kita ke anak. Tapi kalau untuk keharmonisan dalam keluarga ini juga perlu.

Bapak bisa komunikasikan ke orangtua apa yang bisa membuat anak-anak lebih dekat dengan kakek neneknya. Misalnya bermain bersama kakek di taman komplek, beritahu anak-anak untuk melibatkan Neneknya dalam belajar bersama atau kegiatan yang melibatkan anak dengan kakek neneknya.

Selain itu, mungkin adakah sikap Bapak sebagai orangtua anak yang kurang perhatian ke kakek neneknya. Nah dari sini kan bisa tahu yaa apa sih yang diinginkan kakek neneknya sehingga perlakuan ke anak Bapak tidak begitu dekat.

4. Tetap ajarin anak sopan santun, kasih sayang dan kepedulian ke orang yang lebih tua (Kakek-Nenek)

Bapak terus ajarkan sopan santun ke anak-anak ke orang yang lebih tua. Baik itu di mulai dari kita sendiri sebagai orangtuanya, kakaknya, sodara-sodaranya, sampai ke kakek neneknya.

Kalau kata pepatah “jika ingin dihormati, maka hormatilah orang lain terlebih dahulu” klise kayaknya ya Pak tapi ini kunci kita untuk bisa mendidik anak menjadi lebih baik dan tentunya akan lebih diperhatikan oleh kakek neneknya.

Selain itu, ajarin rasa kasih sayang dan kepedulian. Bapak bisa mencontohkan ke anak-anak sikap Bapak ke istri misalnya. Barulah Bapak mengajak anak-anak untuk lebih perhatian ke kakek neneknya.

Misal, berkunjung ke rumah kakek seminggu sekali di akhir pekan, menginap di rumah kakek, mengajak kakek dan nenek liburan.

5. Ceritain kelucuan anak atau hal yang bikin Bapak bangga sama anak Bapak

Tanpa kita sadari bahwa anak-anak kita itu udah melakukan banyak hal yang bikin kita bangga lho Pak. Namun terkadang orang di sekelilingnya pun suka lupa memperhatikan kelucuan anak-anak kita ya.

Contohnya saya suka ceritain ke kakek-neneknya kalau cucunya kemarin habis pulang dari ngaji ditanyain sama tantenya udah iqro berapa, tapi anak saya jawabnya udah iqro 3. Padahal ngaji juga baru mulai berjalan 3 kali pertemuan ;)

Selain itu ceritain ke kakek neneknya prestasi-prestasi apa aja yang udah di dapat dari anak bapak seperti juara lomba mewarnai, juara menari, juara fashion show, atau juara mam kerupuk juga boleh.

Balik lagi ke diri kita. Kewajiban kita adalah berbakti kepada orangtua. Tetap fokus membesarkan anak-anak kita dengan penuh tanggunjawab dan kasih sayang. Jadikan pembelajaran ini untuk bekal di masa depan ya Pak!

0 ⁨0⁩ ⁨comments⁩
Runa Aviena Runa Aviena Dec 16, 2022

6 Hal yang Bikin Anak Perempuan Remaja Bapak Makin Sayang

Actions

Umur remaja emang umur yang lagi demen2nya asik sama dunia sendiri, ya Pak. Tinggal Bapak dah yang bingung pegimana cara biar tetep deket sama anak perempuan Bapak yang udah remaja ini. Soalnya pan Bapak gak pernah ada di fase tersebut ya, Pak.

Nah, buat Bapak yang punya anak usia kisaran 15-25 tahun, bisa coba beberapa cara ini, nih:

1. Dikasih Izin Jalan2 Sendiri

Iya, Pak. Paham bener saya kalo punya anak perempuan tuh rasanya pengen dijagaiiinnn terus. Jan sampe ini anak kenapa2. Tapi, anak Bapak juga pengen bisa eksplorasi hidupnya. Jadi, gak ada salahnya buat kasih izin buat jalan sendiri sesekali.

Kalau Bapak masih ngerasa khawatir, coba kasih beberapa syarat. Tapi jangan yang ribet2 ya, Pak. Misalnya boleh main tapi jam 9 malam harus udah di rumah. Atau jangan lupa kabarin kalo udah sampe lokasi. Dan yang pasti, pastiin anak Bapak paham sama value keluarga dan bertanggung jawab sama pilihannya.

Hampir setiap anak perempuan remaja pasti seneng banget deh kalo dikasih kebebasan buat main sendiri.

2. Ajak Makan Setelah Pulang Sekolah

Kalo Bapak biasa anter jemput anak Bapak, coba deh sesekali ajakin makan bareng. Udah pasti Bapak yang traktir ya. Hehehe.

Meskipun agak2 awkward, sebenernya anak Bapak sayang pisan sama Bapak dan kangen bisa ngobrol2 santai berdua lagi. Nah, momen makan bareng bisa banget jadi sarana. Soalnya, ketika makan katanya orang cenderung lebih open buat cerita tentang kehidupannya.

3. Dijemput Pulang Sekolah, Kuliah, atau Kerja

Umur2 15-25 tuh kira2 anak Bapak masih SMA, kuliah, atau udah kerja, ya. Kalo anak Bapak biasa balik pulang sendiri, Bapak bisa tawarin buat jemput sesekali. Kata istri saya, dulu dia pernah dijemput Bapaknya pas pulang kerja, rasanya tuh seneng banget, deh. Berasa ada yang manjain, Pak.

4. Bikinin Sarapan atau Bawain Makanan Kesukaan Anak

Kata istri saya, waktu dia kecil Bapaknya suka masak sebuah menu gitu. Semacam nasi goreng daging. Wah, rasanya gak ada yang ngalahin, sih. Sampe sekarang istri saya udah segede itu, sebenernya dia masih kangen dimasakin juga sama Bapaknya. Cuma gak bilang aja. Katanya malu.

Kalo Bapak gak bisa masak, Bapak juga bisa bawain makanan kesukaan anak sesekali. Biasanya anak perempuan punya makanan favorit gitu, Pak. Nah, momen weekend atau makan malem bisa Bapak jadiin kesempatan buat makan bersama dengan menu favorit anak Bapak.

5. Ngasih Uang Saku Tambahan

Biasanya nih, yang tugas ngasih uang jajan kan ibu ya. Jadi, anak biasanya ngira kalo uang jajan itu dari uang ibu, meskipun asalnya mah uang Bapak juga. Nah, kalo sesekali Bapak ngasih uang jajan langsung, anak Bapak pasti seneng bener.

Terus, meskipun anak Bapak udah kerja dan punya uang sendiri, rasanya beda kalo dapet uang dari Bapaknya. Pasti tetep bakalan seneng sih. Meskipun mungkin, nantinya mah itu uang juga bakal dibeliin makanan buat orang rumah lagi sama anak Bapak. Tapi senengnya tidak tergantikan, Pak.

0 ⁨0⁩ ⁨comments⁩
Runa Aviena Runa Aviena Dec 16, 2022

Cara Mendidik Anak Bapak Supaya Mandiri Sejak Dini

Actions

Sebagai orang tua, rasanya seneng pisan kalo anak selalu butuh sama kita, ya Pak. Tapi, semakin gede, anak kita perlu banget belajar buat mandiri. Karena biar gimana pun kan Bapak sama istri gak akan bisa nemenin anak Bapak selamanya ya.

Salah satu hal yang kita suka lupa tuh, anak perlu dibimbing supaya bisa mandiri. Jadi, anak temen2 Bapak atau tetangga Bapak yang keliatannya mandiri itu gak tiba2, Pak. Orang tuanya kudu aktif ngajarin dari waktu ke waktu.

Sebenernya ada banyak sih cara yang bisa Bapak lakuin, misalnya kaya gini:

1. Melibatkan anak sejak usia dini. Anak Bapak mungkin keliatan rapuh pisan, soalnya masih kicik. Sebagai orang tua juga mungkin Bapak sama istri watir mulu liat anak ngapa2in sendiri. Padahal mah ganapa, Pak.

Bapak bisa mulai libatin anak sesuai dengan kemampuannya. Kalo anak Bapak masih balita, mungkin Bapak bisa berusaha untuk ngebiarin anak makan atau minum sendiri. Ya pasti bakal berantakan, sih. Tapi biarin aja, Pak. Soalnya pan anak Bapak masih belajar.

Nanti, berantakannya bisa Bapak bantu beresin juga. Jadi si mamah gak ngomel2 udahannya. Kan adeemmm.

2. Menghargai usaha dan pencapaian2 kecil. Hal-hal yang Bapak anggap kecil dan gampang bisa jadi adalah hal yang susah buat anak Bapak.

Misalnya masang kaos kaki. Buat Bapak mah tinggal slup bae, cepet dan sat set. Sementara buat anak Bapak itu tuh perjuangan. Mangkanya, ganapa kalo Bapak mau apresiasi anak yang udah berusaha itu.

Bentuk apresiasinya bisa tepuk tangan atau afirmasi positif. Ketika Bapak ngelakuin itu, anak jadi ngerasa kalo usahanya dihargai. Jadi, rasa percaya diri anak bakal meningkat dan nantinya, anak terdorong buat melakukan hal-hal lain lagi.

3. Memberikan kesempatan untuk mandiri. Biasanya bagian ini bakal lebih susah kalo di waktu yang mepet. Misalnya pas pagi2 hari sebelum kerja dan sekolah. Kalo nungguin anak Bapak selesai make sepatu sendiri, yang ada kan malah telat ya.

Nah, sebagai alternatif, Bapak bisa ngasih kesempatan ke anak buat make sepatunya di kendaraan aja. Jadi, Bapak gak telat ngantor, anak ga telat sekolah, dan anak juga tetap punya waktu untuk melakukan tugasnya sendiri.

Sama juga kalo anak Bapak pengen nyiapin buku atau ngisi tempat minumnya sendiri. Bapak bisa ingetin buat nyiapinnya di waktu malam. Jadi pas pagi tinggal berangkat tanpa grasa grusu yang bikin telat.

4. Menghargai inisiatif anak. Meskipun masih kecil, sebenernya anak juga punya inisiatif sendiri. Semisal inisiatif buat ngelap air yang tumpah, inisiatif buat ngehibur sodaranya yang sedih, atau ngebantu sodaranya yang lagi kesusahan.

Kalau Bapak gak sengaja ngeliat anak Bapak lagi jalanin inisiatifnya, usahain untuk nunggu sampai selesai ya, Pak. Jangan diinterupsi. Abis itu, Bapak bisa kasih apresiasi ke anak. Jadinya, anak bakal termotivasi buat ngelakuin inisiatif yang lebih besar di masa depan.

0 ⁨0⁩ ⁨comments⁩
Load More
Copyright © 2026 bapak2ID | All Rights Reserved