Jenis-jenis jamu tradisional (jamu gendong) dan manfaatnya

Bacaan 2 menit

Jamu adalah minuman obat tradisional yang berasal dari bermacam-macam tumbuhan dan herba. Biasanya penjual jamu menjajakan dagangannya dengan menggendong bakul. Di Indonesia sendiri ada beberapa jenis jamu tradisional yang dijajakan. Berikut jamu-jamu tersebut:

Beras Kencur

Jamu ini merupakan salah satu jamu yang paling populer di Indonesia. Seperti namanya jamu ini dibuat dari beras, kencur (kaempferia galanga), asam jawa, dan beberapa bahan tambahan lainnya. Rasa dari jamu ini manis, agak spicy dan segar. Beberapa manfaat beras kencur diantaranya adalah,

  • Mengatasi beberapa masalah pencernaan (mual, sakit perut, dan muntah),
  • Menghilangkan pegal-pegal dan linu,
  • Memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-oksidan,
  • Dapat meringankan batuk, dan lain-lain.

Cabe Puyang

Jamu ini dibuat dengan bahan dasar cabe puyang (piper retrofractum) dan rimpang lemuyang (zingiber zerumbet). Bahan baku tambahan jamu ini sangat bervariasi dan bisa berbeda-beda resepnya dari penjual yang satu dengan penjual yang lainnya. Rasa jamu ini pahit dan manis, iya terdengar kontradiktif tapi emang rasanya begitu ya warga. Beberapa manfaat jamu ini adalah,

  • Menghilangkan pegal-pegal (khususnya di pinggang) dan linu,
  • Mengurangi batuk dan pilek,
  • Menghangatkan badan,
  • Berfungsi sebagai tonik, 
  • Menyembuhkan anemia, dan lain-lain.

Kunyit Asem (Kunir Asem)

Jamu ini juga lumayan populer dan dikenal di Indonesia. Berbahan dasar Kunyit (curcuma longa) dan Asam jawa (tamarindus indica), serta beberapa bahan tambahan lainnya yang sangat bervariasi penambahannya oleh penjual jamu gendong. Beberapa penjual kadang menambahkan perasan jeruk nipis, temulawak, daun asam muda dan sebagainya. Rasa dari jamu ini tergolong "segar" karena merupakan paduan dari manis dan asam dari tumbuh-tumbuhan dan herba. Beberapa manfaat jamu ini adalah,

  • Mengurangi peradangan dalam tubuh,
  • Meningkatkan sistem imun,
  • Melancarkan pencernaan,
  • Meredakan nyeri haid, dan lain-lain.

Kudu Laos

Merupakan jamu penghangat yang berbahan dasar Buah Mengkudu (morinda citrifolia) dan rimpang laos / lengkuas (alpinia galanga), serta beberapa bahan tambahan lainnya seperti bawang putih, merica, kedawung, gula aren dan lainnya. Beberapa manfaat jamu ini adalah,

  • Menghangatkan badan,
  • Menambah nafsu makan,
  • Melancarkan peredaran darah,
  • Menyegarkan badan, dan lain-lain.

Kunci Suruh

Sesuai namanya juga jamu ini berbahan dasar rimpang kunci (boesenborgia rotunda) dan daun sirih (piper betle), serta beberapa bahan tambahan lainnya seperti, gula merah, garam, buah delima, beluntas, manis jangan, kayu legi dan lain-lain. Rasa jamu ini pahit, jadi setelah meminumnya biasanya penjual jamu akan menawarkan penawarnya seperti permen asem, air sirup dan lain-lain. Beberapa manfaat kunci suruh adalah,

  • Mengobati keputihan,
  • Menghilangkan bau badan, 
  • Merapatkan organ intim perempuan,
  • Menguatkan gigi dan lain-lain.

Sinom

Bahan dasarnya kurang lebih sama seperti jamu kunir asam, bedanya hanya ditambahkan sinom (minuman herbal berbahan daun asam). Manfaatnya juga kurang lebih sama dengan kunir asam.

Uyup-Uyup / Gebyokan

Bahan dasarnya bervariasi tergantung penjual jamunya, namun biasanya terdiri dari kencur, jahe, bangle, laos, daun katu, temulawak, puyang, temugiring, dan bahan lainnya. Untuk manfaat jamu ini adalah untuk meningkatkan produksi ASI untuk ibu yang sedang menyusui. Beberapa orang juga meyakini jamu ini dapat mengurangi rasa sakit dan menghangatkan badan.

Pahitan

Jamu ini berbahan dasar Sambiloto (andrographis paniculata). Sesuai namanya, jamu ini pahit, tapi di balik rasa pahitnya ternyata banyak sekali manfaatnya. Beberapa manfaatnya adalah,

  • Mencegah jerawat,
  • Menghilangkan gatal-gatal,
  • Mengobati kencing manis,
  • Menurunkan kolesterol, dan lainnya

Itulah beberapa jenis jamu tradisional (jamu gendong) yang ada di Indonesia. Kalo paporip saya sih Beras kencur sama kunir asem, kalo warga apakah pernah nyobain jamu-jamu tersebut? Gimana rasanya?

 

Ditulis oleh:
Jamal Robot
Bacaan 2 menit
Dilihat :
229

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait