77% Warga bapak2ID Masih Pilih Emas, Tapi Kenapa 23% Lainnya Mulai Nyoba ke Perak?

Bacaan 3 menit

Kalau ada satu aset yang nyaris nggak pernah diperdebatkan buat dijadiin investasi, jawabannya pasti emas. Udah dari jamannya nenek-kakek kita, emas ini jadi barang investasi yang masih bernilai sampe sekarang. Jadi wajar aja, kalo masih banyak orang yang percayain uang mereka buat investasi di emas. Tapi menariknya 23% warga bapak2ID justru udah mulai ngelirik perak. Angka ini kecil, tapi cukup buat bikin kita berhenti sebentar dan mikir. Ada perubahan apa di cara bapak memandang investasi hari ini?

Emas selama ini identik sama stabilitas, rasa aman, sesuatu yang bisa dipegang dan dipercaya. Di tengah hidup yang isinya cicilan, sekolah anak, kebutuhan rumah, dan masa depan yang nggak selalu bisa ditebak, emas nawarin satu hal yang sangat mahal nilainya, yaitu ketenangan. Banyak warga yang nyimpen emas bukan karena berharap kaya, tapi karena kepengen punya pegangan dan investasi yang aman. Karena kita tau kalo emas ini tiap tahunnya terus naik dan bisa jadi investasi yang cukup menjanjikan. Tapi di sisi lain, realitas juga berubah. Harga emas sekarang makin tinggi, dan walopun itu adalah kabar baik buat sebagian orang, secara psikologis ini justru jadi tantangan buat yang mau nambah atau baru mulai. 

Jenis Investasi Yang Bisa di Coba di Umur 20an

77% Warga bapak2ID Masih Pilih Emas, Tapi Kenapa 23% Lainnya Mulai Nyoba ke Perak?

Nah, perak dateng di momen yang cukup pas. Aset lama, tapi punya cerita baru dan nilai baru. Perak kerasa lebih terjangkau buat masuk. Lebih ringan juga buat dicoba. Tahun lalu Tuan Yayat nyoba beli Perak 10 gram yang harganya masih sekitar 30-40 ribu per gram, sekarang nilainya udah dua kali lipat. Perak juga lebih ramah buat dipelajari tanpa takut salah langkah. Tapi, karena perak ini masih cukup banyak dipake di industri dan teknologi, butuh pembelian yang banyak kalo warga mau cuan di masa depan nanti. Ini juga yang bikin harga perak bisa lebih fluktuatif. Bisa naik lebih cepet, tapi juga bisa langsung terjun bebas ke bawah. Buat sebagian orang, ini risiko. Buat sebagian lain, ini peluang.

Tapi 23% warga yang pilih nyobain perak juga bukan anti emas dan udah gak mau beli emas lagi yak. Justru kebanyakan dari mereka masih punya emas. Mereka sadar kalo menaruh semua rasa aman di satu tempat, betapapun amannya, tetap punya risiko. Kalo warga mau nyoba buat investasi di perak, perlu tau dulu beberapa risiko dari investasi perak ini. Pertama, pasar perak ini pan masih terbilang kecil dan terbatas. Alhasil, tingkat likuiditas logam berharga ini relatif rendah kalo dibandingin sama emas. Jadi, walaupun perak bisa dijual lagi, bakal butuh waktu lebih lama buat menemukan pembeli dengan harga sesuai harapan dan keinginan di pasar retail di Indonesia. Kerugian investasi perak juga ada di kebutuhan perawatannya. Materi perak pan gampang bener teroksidasi dan lebih rapuh, jadi lebih mudah timbul noda hitam atau keliatan kusam seiring waktu. Jadi, buat jaga kualitasnya, perak butuh perawatan khusus secara berkala. Kalo nggak dirawat atau disimpan dengan baik, tentu bakal bikin harganya jatuh di pasaran. Udah gitu nilai spread perak cukup tinggi daripada aset lainnya. Ini yang bikin perak dinilai kurang profitabel kalo buat dipake atau dijadiin sebagai instrumen investasi jangka pendek.

Perak VS Emas, Mana yang Cocok buat Investasi Jangka Panjang?

77% Warga bapak2ID Masih Pilih Emas, Tapi Kenapa 23% Lainnya Mulai Nyoba ke Perak?

Warga yang milih emas bukan berarti ketinggalan zaman. Warga yang nyoba perak bukan berarti sok beda. Yang bahaya justru kalau investasi dijalani tanpa ngerti tujuan, beli karena ramai, dan nyimpen karena takut ketinggalan. Dunia bergerak cepat, informasi datang bertubi-tubi, pilihan juga makin banyak. Dan di tengah itu semua, kita dituntut buat tetap waras, rasional, dan bertanggung jawab. Makanya wajar kalau pendekatan terhadap investasi juga ikut berubah. Dari yang dulunya hitam-putih, sekarang jadi lebih berlapis. 

Jadi, tetep mau pilih emas, atau mau nyobain investasi di perak juga, warga?

Ditulis oleh:
Atun Gorgom
Bacaan 3 menit
Dilihat :
57

Bagikan Artikel Ini

Artikel Terkait