Bapak pasti pernah dengar istilah kasbon, kan? Itu loh, kondisi ketika karyawan minjem uang ke perusahaan karena gaji masih jauh, tapi kebutuhan udah dekat. Kadang karena anak sakit, kadang ada kebutuhan darurat, kadang juga karena.. ya memang lagi seret aja, Pak. Hidup pan emang suka dar der dor. Nah, pertanyaannya, sebenernya boleh gak sih karyawan kasbon ke perusahaan? Legal gak? Ada aturannya gak? Aman buat perusahaan dan karyawan gak? Tenang, Pak. Kita bahas satu-satu.
Kenapa sih orang sering kasbon?
Sebelum masuk ke hukum dan aturan, mari kita realistis dulu, Pak. Banyak karyawan kasbon bukan karena boros atau gak bisa ngatur uang, tapi karena emang biaya hidup makin tinggi, kebutuhan sering dadakan datengnya, gaji cairnya bulanan tapi tagihan sering mingguan, udah gitu kebutuhan anak gak bisa ditawar. Kalo menurut data, lebih dari 60% pekerja Indonesia gak punya dana darurat ideal. Artinya, ketika butuh uang mendadak, opsi paling cepat ya kasbon. Makanya wajar banget kalau perusahaan menyediakan fasilitas kasbon sebagai bentuk dukungan ke karyawan.
Cara Minta Kasbon ke Bos Lewat WA
Sebenernya kasbon itu boleh apa enggak?
Jawaban sederhananya, boleh. Sangat boleh. Bahkan perusahaan dianjurkan menyediakan sistem kasbon asalkan punya aturan yang jelas. Dalam dunia HR, kasbon termasuk kategori “salary advance” atau “gaji dimuka.”, dan ini legal selama ada kesepakatan antara perusahaan dan karyawan, ada catatan jelas (bukti kasbon, tanda tangan, jumlah, tanggal), perusahaan punya kebijakan internal yang mengatur, dan pemotongan gaji tidak melanggar aturan ketenagakerjaan. Bahkan di beberapa perusahaan besar, kasbon udah jadi benefit resmi buat bantu karyawan menghadapi keadaan darurat.
Terus, aturan hukumnya gimana?
Walaupun gak ada pasal khusus yang bilang kasbon wajib atau kasbon dilarang, tapi ada aturan yang ngatur soal pemotongan gaji. Di UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 93, disebutkan bahwa perusahaan boleh memotong gaji karyawan asalkan ada persetujuan atau kondisi tertentu yang diperbolehkan undang-undang. Artinya, kasbon itu sah, selama pemotongan gaji bulan depan dilakukan atas dasar persetujuan karyawan. Selain itu, Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan juga ngatur bahwa upah tidak boleh dipotong lebih dari 50% dari total gaji bulanan kecuali dalam kondisi tertentu. Jadi kalau karyawan kasbon Rp 5 juta, tapi gajinya Rp 6 juta, perusahaan gak boleh langsung potong Rp 5 juta lunas. Harus dicicil dengan batas potongan tertentu.
Kenapa perusahaan perlu hati-hati?
Walaupun kasbon itu sah dan boleh, perusahaan tetap harus punya aturan internal yang jelas.
Karena kalau asal-asalan, banyak risiko yang bisa muncul, mulai dari karyawan jadi terlalu bergantung sama kasbon, arus kas perusahaan bisa kacau kalau banyak karyawan kasbon barengan, administrasi berantakan kalau gak dicatat rapi, dan bisa jadi konflik kalau pemotongan gaji tidak jelas. Makanya fasilitas kasbon bukan sekadar minjemin uang, tapi harus benar-benar dikelola.
Kasbon bisa jadi tanda perusahaan peduli sama karyawannya
Iya, Pak. Serius. Perusahaan yang nyediain kasbon biasanya jauh lebih humanis dan peduli terhadap kesejahteraan karyawan. Nah, karyawan yang dibantu saat susah biasanya yang emang lebih loyal, rajin, dan merasa dihargai. Beberapa penelitian HR bahkan menunjukkan bahwa fasilitas kasbon dapat mengurangi turn-over dan meningkatkan performa karyawan. Tapi, boleh gak karyawan minta kasbon buat kebutuhan gak urgent? Secara aturan boleh, selama perusahaan mengizinkan. Secara etika, ya liat situasi lah, Pak. Kalau kasbon cuma buat beli sepatu futsal, top-up game, upgrade knalpot, atau ganti velg, ya boleh aja sih… tapi tergantung kebijakan perusahaan. Biasanya HR lebih mendahulukan yang darurat kayak anak sakit, rumah bocor, dan kebutuhan-kebutuhan genting lainnya biar fasilitas kasbon bisa bantu yang benar-benar butuh.
Apakah kasbon bikin karyawan ketergantungan?
Bisa iya, bisa tidak. Makanya perlu SOP yang jelas. Tapi kalau diatur dengan baik, kasbon justru bisa ngurangi stress, bikin karyawan fokus kerja, dan mempermudah keadaan darurat. Yang jadi masalah itu kalau karyawan kasbon tiap minggu, Pak. Nanti lama-lama perusahaan berubah jadi koperasi simpan pinjam.
Cara Chat Atasan Dengan Sopan dan Elegan
Tapi kalo bapak punya perusahaan yang mau bantu karyawannya itu jadi salah satu hal yang patut diapresiasi. Rejeki bener dah, Pak.
