Belakangan ini, warga mungkin sering nemu satu jenis lauk yang lagi viral. Namanya salmon candy atau lebih sering disebut candied salmon. Bentuknya potongan salmon berwarna oranye mengilap, permukaannya lengket, terlihat manis, rapi, dan sangat Instagramable. Biasanya disajikan sebagai camilan, topping salad, atau lauk pendamping. Secara sederhana, salmon candy adalah salmon yang dimasak dengan gula atau sirup, garam, dan kadang sedikit kecap atau madu, lalu dipanggang atau diasapi ringan sampai bagian luarnya karamelisasi. Hasil akhirnya manis, asin, legit, sedikit smoky, dengan tekstur agak kenyal di luar tapi lembut di dalam. Di luar negeri, terutama Amerika Utara, ini udah lama dikenal sebagai snack protein, bukan lauk utama. Tapi begitu masuk ke media sosial, tampilannya yang kinclong langsung naik kelas jadi tren.
Masalahnya, begitu tren ini sampai ke kita, yang ikut naik bukan cuma pamornya, tapi juga harganya. Salmon impor, gula, teknik masak khusus, ujung-ujungnya bikin banyak orang mikir dua kali. Padahal kalau ditarik mundur sedikit, konsepnya sebenarnya gak asing buat lidah Indonesia, ikan, diasap, dan rasanya manis-gurih. Bedanya, kita udah melakukannya jauh sebelum istilah salmon candy jadi viral. Indonesia punya banyak sekali ikan asap tradisional yang secara rasa, tekstur, dan fungsi bisa jadi pengganti salmon candy, lebih dekat ke dapur rumah, lebih ramah ke dompet, dan sering kali lebih kaya cerita. Nah, sebelum ikut-ikutan tren, gak ada salahnya kita kenalan dulu sama versi lokalnya, Pak.
Cara Terbaik Mengolah Makanan Kaya Protein
Kenapa Ikan Asap Nusantara Layak Jadi Alternatif Salmon Candy?
Ikan asap di Indonesia lahir dari kebutuhan, biar ikan awet tanpa kulkas, tapi tetap enak dimakan rame-rame. Asapnya bukan cuma buat pengawet, tapi juga buat rasa. Ada yang gurih di dalam, ada yang manis alami dari kayu bakar, ada yang aromanya bikin nasi hangat langsung terasa kurang satu piring. Nah, ini dia deretan ikan asap khas Indonesia yang bisa bapak jadikan alternatif, bahkan upgrade dari candied salmon.
Ikan Asap Cakalang (Cakalang Fufu) – Sulawesi Utara
Foto: Indonesia Travel
Kalau bicara ikan asap, rasanya gak sah kalau gak mulai dari cakalang fufu. Ini salah satu ikon kuliner Sulawesi Utara yang udah dikenal lintas generasi. Cakalang fufu berasal dari Manado dan sekitarnya. Ikan cakalang segar dibelah dua, dibentangkan, lalu diasapi perlahan di atas bara kayu. Rasanya gurih kuat, smokey-nya tegas tapi bersih. Dagingnya padat, sedikit manis alami, dan aromanya nempel sampai ke hidung sebelum masuk mulut. Kalau candied salmon itu manis di depan, cakalang fufu ini gurihnya datang belakangan, tapi tahan lama. Cara pembuatannya, ikan dilumuri garam, kadang sedikit perasan jeruk nipis, lalu diasapi berjam-jam sampai kering di luar tapi tetap juicy di dalam. Gak pakai gula, gak pakai saus ribet, pure teknik dan kesabaran. Paling klasik dimakan langsung dengan dabu-dabu. Tapi bapak juga bisa disuwir buat isian nasi bakar, dicampur sambal matah, dijadikan topping nasi hangat ditambah telur ceplok. Simple, tapi bikin makan siang terasa mewah.
Ikan Asap Tongkol – Sekitar Pesisir Nusantara
Foto: Indonesia Kaya
Tongkol itu ikan rakyat. Harganya bersahabat, rasanya bersahabat, dan fleksibel mau dimasak apa saja. Banyak ditemukan di pesisir Jawa, Sumatra, sampai Nusa Tenggara. Hampir setiap daerah pesisir punya versi tongkol asapnya sendiri. Rasanya lebih ringan dibanding cakalang, tapi tetap gurih. Smokey-nya halus, gak terlalu tajam. Kalau candied salmon cocok buat lidah yang suka manis, tongkol asap cocok buat lidah yang mau seimbang. Cara pembuatannya sendiri, tongkol dibersihkan, digarami, lalu diasapi dengan kayu lokal seperti kelapa atau rambutan. Prosesnya gak terlalu lama, jadi dagingnya masih empuk. Olahan yang bisa dicoba ada tongkol asap suwir sambal ijo, dicampur sayur asem, atau dibikin pepes ulang biar aromanya makin medok.
Ikan Asap Manyung – Pantura Jawa
Foto: ANTARA News
Kalau bapak pernah makan mangut manyung, berarti bapak sudah akrab sama ikan asap yang satu ini. Ikan asap ini khas dari pantai utara Jawa, sekitaran Semarang, Demak, dan Pati udah familiar sama ikan ini. Di sana, manyung asap bukan makanan tren, tapi makanan keseharian. Rasa dagingnya tebal, gurihnya dalam, dan asapnya berani. Ini tipe rasa yang bikin nasi gak cukup satu centong. Cara pembuatannya, Ikan Manyung diasapi cukup lama sampai benar-benar awet. Tujuannya bukan cuma rasa, tapi juga daya simpan. Olahan khas warga biasanya dibikin mangut manyung santan pedas, digoreng ulang lalu disambal, dan dicampur lodeh pedas. Kalau candied salmon cocok buat plating cantik, manyung asap cocok buat makan rame-rame di meja.
Ikan Asap Lele
Foto: IDN Times
Lele sering diremehkan. Padahal begitu diasap, karakternya langsung menonjol dari yang lain. Banyak diolah di Jawa Tengah dan Timur, terutama daerah yang budidaya lelenya kuat. Rasanya gurih, lembut, dan asapnya bikin aroma tanah khas lele berubah jadi wangi. Lemaknya bikin rasa nempel. Cara pembuatannya, lele dibersihkan, dimarinasi ringan, lalu diasapi sampai kulitnya kering dan dagingnya matang sempurna. Olahannya bisa dijadiin lele asap sambal bawang, lele asap dimasak rica, dan disuwir buat nasi goreng asap. Murah, tapi rasanya gak murahan.
Ikan Asap Pari
Foto: cookpad.com
Ini salah satu yang paling underrated, tapi justru unik. Ikan asap ini banyak ditemukan di Sumatra dan Kalimantan, terutama daerah pesisir. Teksturnya kenyal, gurih, dan punya aroma asap yang khas. Cara pembuatannya, Pari diasapi sampai kering sebagian. Proses ini juga membantu menghilangkan aroma amis alaminya. Olahan khas yang biasa dibuat ada gulai ikan pari asap, sambal pari asap, atau dimasak santan kental ala rumah juga bisa. Kalau bapak suka eksplor rasa, ini wajib coba.
Ikan Asap Baung
Foto: Rimbanusa.id
Ikan baung ini bisa dibilang hidden gem-nya ikan asap air tawar. Banyak orang tahu gulainya, tapi gak semua sadar kalau versi asapnya itu luar biasa. Baung banyak ditemukan di sungai-sungai besar Sumatra, terutama Riau dan Jambi. Masyarakat setempat udah lama mengasap baung sebagai cara pengawetan alami. Rasanya sendiri gurih lembut, dengan lemak halus yang bikin asapnya nyatu ke daging. Rasanya gak nyerang, tapi medok. Kalau candied salmon itu manis di lidah, baung asap ini hangat di mulut. Olahan yang biasa dicoba warga mulai dari gulai baung asap, baung asap disambal merah, atau dihangatkan lalu dimakan langsung dengan nasi dan lalapan.
Ikan Asar
Nah ini yang sering bikin orang salah sangka. Ikan asar itu bukan nama ikan, tapi teknik asap khas timur Indonesia. Banyak ditemui di Maluku dan Papua. Biasanya pakai tuna, tongkol, atau cakalang. Rasanya ada smokey yang kuat, tapi bersih. Dagingnya kering di luar, juicy di dalam. Aromanya khas kayu bakar timur Indonesia. Cara pembuatannya, ikan dibelah, dijepit bambu, lalu diasapi di atas tungku terbuka. Prosesnya terbuka, kelihatan sederhana, tapi butuh pengalaman. Olahan yang bisa dicoba bisa dimakan langsung dengan papeda, dicampur colo-colo, atau digoreng sebentar lalu disambal.
Ikan Kayu (Katsuobushi Lokal)
Foto: Jelajahin.com
Asalnya dari Aceh. Biasanya dari ikan cakalang atau tongkol yang diasapi dan dikeringkan berulang kali. Rasanya kayak apa? Umami kuat, asin gurih, dan sangat pekat. Sedikit aja udah cukup. Cara pembuatannya sendiri ikan diasapi berulang, dijemur, lalu diasapi lagi sampai benar-benar kering dan awet berbulan-bulan. Biasanya diolah dengan diparut buat campuran sayur, direbus buat kaldu, atau dicampur sambal sederhana. Kalau candied salmon itu manis dan kenyal, ikan kayu justru keras. Bukan buat semua orang, tapi yang cocok bakal ketagihan.
Merk yang Ternyata Mirip Banget sama Produk Makanan dan Minuman Favorit Kita
Candied salmon mungkin manis dan estetik. Tapi ikan asap Nusantara lebih beragam, kaya cerita, dan lebih dekat sama lidah dan meja makan bapak. Kadang pan kita kagak cari rasa baru mulu, tapi rasa lama yang kita nostalgia ampe berasa di kampung halaman.
