Buat adik-adik, masuk dunia kerja rasanya udah kayak mau pindah negara, banyak bener yang harus dipelajarin, budayanya juga udah mulai harus ikutin, dari orang-orangnya yang pakai kemeja, minum kopi tanpa gula, dan bahasannya bukan lagi "nanti makan siang di mana”, tapi bahasa-bahasa corporate yang wajib dimengerti. Tenang, adik gak sendirian. Banyak orang sebenarnya juga gak sepenuhnya ngerti, cuma lebih jago pasang muka serius. Supaya adik gak cuma angguk-angguk tanpa isi, ini kamus bahasa corporate yang sering banget muncul di diskusi kantor.
1 on 1
Sesi ngobrol berdua antara atasan dan bawahan buat diskusi update kerja, feedback, atau curhat kerjaan.
Action Item
Bagian paling penting dari meeting, tapi sering juga yang paling cepat dilupakan. Ini daftar siapa ngapain setelah meeting selesai. Kalau gak dicatat, biasanya cuma jadi wacana.
Alignment
Di kantor, alignment artinya “kita satu frekuensi”. Tapi sering kali dipakai buat memastikan semua orang setuju sama ide yang sebenarnya sudah diputuskan dari awal. Kalau ada yang bilang, “Kita perlu alignment dulu ya,” artinya: tolong jangan beda pendapat terlalu jauh, biar meeting cepet selesai.
ASAP (As Soon As Possible)
Dalam praktik, ini artinya: secepat mungkin menurut versi orang yang minta, bukan versi adik. Kalau dapat tugas ASAP, siap-siap prioritas lain digeser.
Bandwidth
Bandwidth artinya kapasitas tenaga, waktu, dan fokus seseorang. Kalau ada yang bilang, “Bandwidth saya lagi penuh,” artinya, kerjaan lagi numpuk, jangan nambah dulu kalau gak darurat.
Benchmark
Membandingkan kerjaan atau hasil dengan standar lain, biasanya kompetitor atau perusahaan yang dianggap sukses. Kadang jadi alat belajar, kadang juga jadi senjata buat bilang, “Perusahaan lain bisa, masa kita enggak?”
Bottleneck
Titik macet dalam alur kerja. Kalau satu proses lambat, semuanya ikut ketahan. Biasanya muncul pas satu orang pegang terlalu banyak peran atau approval terlalu berlapis.
Brainstorming
Sesi lempar ide tanpa dihakimi. Idealnya begitu. Praktiknya, sering jadi ajang satu-dua orang ngomong panjang, yang lain cuma nambah, “Setuju sih.”
Briefing
Arahan singkat sebelum kerja dimulai. Isinya biasanya tujuan, ekspektasi, dan hal-hal yang “tolong jangan salah”. Kalau briefing gak jelas, siap-siap kerja ulang.
Circle Back
Secara harfiah artinya balik lagi. Secara praktik, ini adalah cara sopan untuk bilang, “Sekarang belum kelar, nanti aja.” Biasanya diucapkan menjelang akhir meeting saat semua orang sudah capek dan gak ada kesimpulan jelas.
Concern
Cara paling aman buat menyampaikan ketidaksetujuan. Lebih halus dari “ini gak masuk akal”, tapi maknanya bisa sama kuatnya.
Daily Stand Up
Meeting singkat harian, biasanya berdiri, supaya gak kelamaan. Isinya update kemarin ngapain, hari ini mau ngapain, dan kendalanya apa. Kalau duduk, biasanya jadi gak singkat.
Deadline
Batas akhir pengerjaan. Kata yang paling bikin deg-degan, apalagi kalau datang bersamaan.
Deep Dive
Artinya bahas lebih detail. Biasanya diucapkan oleh orang yang sangat paham topiknya, atau sebaliknya, orang yang pengin kelihatan paham.
EOD (End of Day)
Batas waktu sampai akhir hari kerja. Kalau diminta EOD, jangan asumsi bisa besok, walaupun niatnya begitu.
Follow up
Artinya mengingatkan orang lain soal hal yang sebenarnya sudah disepakati, tapi kemungkinan besar belum dikerjakan. Kalo terlalu sering dibilang cerewet, terlalu jarang dibilang gak peduli.
FYI (For Your Information)
Secara sopan, ini cuma info. Tapi kadang artinya: “Gue udah ngasih tau ya, urusan nanti salah bukan tanggung jawab gue.”
High Level
Kalau ada yang bilang, “Kita bahas high level aja,” artinya jangan masuk detail karena waktunya gak cukup atau yang hadir gak semuanya paham teknisnya. Cocok dipakai kalau adik juga belum siap ditanya terlalu dalam.
In Progress
Status paling fleksibel. Bisa berarti sedang dikerjakan, baru mau dikerjakan, atau bahkan belum disentuh sama sekali. Aman dipakai kalau belum ada update signifikan tapi harus jawab pertanyaan.
Jump in
Masuk ke diskusi tanpa banyak basa-basi. Biasanya diucapkan buat mempersilakan orang lain langsung kasih pendapat.
Kick off meeting
Meeting pembuka sebelum proyek dimulai. Biasanya penuh semangat, penuh janji, dan penuh optimisme sebelum realita datang.
KPI (Key Performance Indicator)
Angka atau indikator buat ngukur kinerja. KPI ini yang sering bikin kerja lembur terasa beralasan, walaupun capeknya tetap nyata.
Low Hanging Fruit
Kerjaan paling gampang yang bisa cepat dikerjakan buat kelihatan produktif. Biasanya dicari pas deadline sudah dekat tapi progres belum kelihatan.
Manage Expectation
Kalimat halus untuk bilang, “Jangan berharap terlalu tinggi.” Dipakai saat target mulai kelihatan berat tapi belum berani ngomong terus terang.
MOM (Minutes of Meeting)
Catatan hasil meeting. Isinya keputusan dan action item. Tanpa MOM, meeting sering cuma jadi obrolan tanpa bukti pernah terjadi.
Noted
Kata paling netral dan aman di dunia kerja. Bisa berarti “saya setuju”, “saya dengar”, atau “saya gak setuju tapi malas debat”. Kalau adik dengar “noted” tanpa lanjutan apa-apa, jangan terlalu berharap ada tindak lanjut.
Onboarding
Proses pengenalan karyawan baru dengan sistem, budaya, dan kerjaan. Onboarding yang baik bikin adaptasi lebih cepat, yang buruk bikin cepat pengin resign.
One month notice
Pemberitahuan satu bulan sebelum resign. Ini bukan basa-basi, tapi etika profesional supaya pekerjaan bisa ditransisikan dengan baik.
On Leave
Sedang cuti. Artinya tidak bisa dihubungi secara teori. Praktiknya, tetap sering dibalas “izin slow response”.
On the Same Page
Maknanya mirip alignment, tapi lebih halus. Biasanya dipakai bos sebelum mengulang lagi penjelasan panjang lebar karena ada satu orang yang kelihatan gak paham, tapi gak mau ditunjuk langsung.
Outsourching
Menyerahkan pekerjaan ke pihak luar. Biasanya dilakukan kalau internal sudah penuh atau butuh keahlian khusus.
Overtime
Kerja di luar jam kerja. Bisa karena tuntutan, bisa karena tanggung jawab, dan kadang karena kerjaan siang kebanyakan meeting.
Performance review
Evaluasi kinerja karyawan. Momen refleksi, deg-degan, dan harapan. Kadang juga jadi penentu naik gaji atau tidak.
PIC (Person in Charge)
Orang yang bertanggung jawab atas satu tugas atau proyek. Kalau sudah ditetapkan PIC, berarti dialah yang pertama dicari kalau ada masalah.
Pitching
Menyampaikan ide, konsep, atau penawaran supaya disetujui. Isinya bukan cuma bagus di kepala, tapi harus kelihatan masuk akal di mata orang lain.
Quick Call
Telepon singkat. Biasanya diminta saat topik terlalu ribet buat dijelaskan lewat chat.
Quick Win
Hasil cepat yang bisa dipamerkan. Cocok buat presentasi ke atasan biar kelihatan ada kemajuan, meskipun masalah besarnya belum selesai.
Reach Out
Menghubungi orang, biasanya lintas divisi atau pihak luar. Lebih sopan dari sekadar “chat ya”, dan sering dipakai di email biar kelihatan profesional.
Scalability
Kata keren untuk bilang, “Kalau ini diperbesar, masih masuk akal gak?” Sering dipakai di startup, walaupun realitanya masih fokus beresin masalah harian.
Stakeholder
Pihak-pihak yang terdampak atau berkepentingan dengan proyek. Bisa atasan, klien, tim lain, bahkan user.
Take It Offline
Kalimat penyelamat saat diskusi mulai panas atau terlalu detail. Artinya: “Jangan ribut di sini, nanti ributnya di tempat lain.” Biasanya bikin masalahnya gak selesai juga, cuma pindah lokasi.
Timeline
Garis waktu pengerjaan proyek. Kalau timeline sudah meleset, biasanya semua orang mulai saling cari alasan.
Touch Base
Mirip follow up, tapi lebih santai. Biasanya dipakai buat ngecek progres tanpa kesan menekan, walaupun yang ditanya tetap deg-degan.
Townhall
Pertemuan besar seluruh karyawan dengan manajemen. Isinya update perusahaan, visi, dan motivasi. Sesi tanya jawabnya sering paling ditunggu.
Value Added
Artinya nilai tambah. Dipakai buat nanya, “Ini sebenernya gunanya apa sih?” tapi dengan bahasa yang lebih sopan dan berkelas.
Workflow
Alur kerja dari awal sampai selesai. Kalau workflow rapi, kerjaan ngalir. Kalau berantakan, yang ada saling lempar tanggung jawab.
Simpen Kamus Bahasa Gaul Digital Marketing Ini biar Kamu Gak Ketinggalan
Bahasa corporate bukan cuma biar keliatan sok pintar, tapi alat komunikasi. Semakin adik paham artinya, semakin kecil kemungkinan salah nangkap maksud, dan semakin pede ikut diskusi. Gak harus langsung pakai semuanya, yang penting ngerti dulu biar gak cuma jadi pendengar pasif.
