Kalo bapak berpikir rumah kosong bakal aman-aman aja karena kagak kepake, bapak salah besar. Rumah kosong justru lebih gampang rusak dibanding rumah yang tiap hari ditinggalin. Nggak ada yang buka jendela, nggak ada yang nyiram, nggak ada yang denger bunyi “krek” aneh di plafon, tahu-tahu pas dicek lagi, cat ngelupas, lantai lembap, atap bocor, dan bonus bau apek yang bikin dada langsung sesak. Biar rumah kosong tetap kerawat dan nggak berubah jadi proyek renovasi dadakan, ini beberapa cara merawat rumah kosong biar gak makin boncos pas mau dihuni lagi.
Tetap Pastikan Sirkulasi Rumah Lancar
Rumah itu, Pak, butuh udara. Sama kayak bapak, kalau bapak dikurung seminggu tanpa keluar rumah, yang rusak bukan cuma mood, tapi juga badan. Rumah juga begitu. Rumah kosong yang semua pintu dan jendelanya ditutup rapat terlalu lama bakal jadi sarang kelembapan. Udara pengap bikin jamur betah, dinding lembap, plafon pelan-pelan menguning, dan besi mulai berkarat. Solusinya bukan harus tiap hari dicek, cukup atur supaya ada ventilasi yang sesekali dibuka. Kalau nggak bisa rutin, minta tolong tetangga atau saudara buat buka jendela seminggu sekali. Udara masuk, lembap keluar. Rumah bisa narik napas. Ingat, Pak, rumah yang pengap bukan cuma nggak enak dilihat, tapi mahal kalau udah rusak.
Kenapa Rumah yang Gak Dihuni Lebih Gampang Rusak?
Air Bisa Jadi Sumber Masalah
Air buat manusia emang jadi elemen yang penting, tapi bisa jadi musuh besar bangunan kalau dibiarin. Banyak kasus rumah kosong rusak bukan karena maling, tapi karena air bocor kecil yang dibiarin berbulan-bulan. Atap bocor sedikit, talang mampet, pipa rembes halus. Nggak kelihatan sekarang, tapi enam bulan kemudian plafon ambrol. Sebelum rumah ditinggal lama, cek atap dan talang air, kran dan pipa ditutup rapat, pastikan nggak netes. Kamar mandi perhatiin bagian lantai dan sudut yang rawan rembes. Air yang dibiarin menggenang atau merembes pelan bisa nguras dompet bapak juga.
Cek Rutin Kelistrikan
Banyak yang biarin rumah kosong dengan listrik dinyalain dikit. Masalahnya bukan di tagihan, Pak, kabel tua, stop kontak lembap, atau instalasi yang jarang dicek itu rawan korsleting. Apalagi kalau rumah kosong lama dan lembap, risiko makin naik. Yang aman, cabut alat elektronik yang nggak perlu, matikan MCB utama kalau memang rumah kosong total, kalau ada lampu luar buat keamanan pastikan instalasinya sehat. Rumah kosong bisa aman bukan karena terang, tapi rumah yang nggak nyimpen potensi bahaya.
Bersihin Rumah Walopun Nggak Ditempatin
Debu dan kotoran kelihatannya emang sepele, tapi di rumah kosong, debu yang numpuk bisa jadi awal masalah besar. Debu nyerap kelembapan, kelembapan memicu jamur, dan jamur bikin bau, cat rusak, juga furnitur lapuk. Rantai masalahnya panjang, Pak. Sebelum rumah dikosongin, bersihin lantai dan sudut. Lap furnitur juga, jangan ninggalin sisa makanan apa pun. Rumah bersih bikin perawatannya juga makin minim. Mending dirawat rutin daripada boncos di akhir.
5 Sudut Rumah yang Sering Lupa Dibersihin dan Jadi Sumber Penyakit
Halaman dan Saluran Air Jangan Lupa Diperhatiin
Rumah kosong sering rusak dari luar duluan, bukan dari dalam. Rumput liar yang tumbuh tinggi bikin lembap nempel ke dinding, daun kering nyumbat saluran air, dan genangan kecil di halaman lama-lama meresap ke pondasi. Minimal, potong rumput secara berkala, bersihkan selokan, dan pastikan air hujan punya jalur keluar. Kalau luar rumah berantakan dan udah rusak, dalamnya tinggal nunggu waktu ikutan rusak.
Furnitur Kayu Perlu Perhatian Khusus
Kalau di rumah masih ada lemari, meja, atau pintu kayu, jangan dianggap aman cuma karena nggak dipakai. Kayu yang lama kena lembap tanpa sirkulasi bisa mengembang, jamuran, dan jadi sarang rayap. Buka pintu lemari sesekali, kasih silica gel atau kapur penyerap lembap, dan pastikan ruangan nggak pengap. Lebih baik repot dikit sekarang daripada ganti furnitur belakangan.
Tips yang sering diremehin, tapi penting adalah rumah kosong jangan kelihatan kosong banget. Rumah yang kelihatan mati, lebih cepat lembap, rawan rusak, dan didatangi hal-hal yang nggak dipengen. Sesekali nyalain lampu luar, ada orang yang cek rutin, atau titip ke tetangga buat nengok. Rumah yang terlihat hidup biasanya lebih awet, lebih aman, dan lebih terjaga.
