Tips & Trick   Juni 11, 2026

Tips Beli Seafood di Pasar Ikan Jakarta Biar Pulang Gak Bawa Penyesalan

Atun Gorgom

Atun Gorgom

Bacaan 8 menit

Thumbnail

Belanja seafood di pasar ikan Jakarta salah satu pengalaman yang seru sebenernya. Baru turun dari kendaraan aja aromanya udah disambut. Di satu sisi, pilihannya banyak banget, ada ikan, udang, cumi, kepiting, kerang, semua ada. Di sisi lain, kalau bapak belum terbiasa, pasar ikan bisa berasa kayak arena survival. Salah pilih dikit, yang tadinya niat masak seafood enak di rumah, malah pulang bawa ikan yang kagak seger.

Masalahnya, seafood ini beda sama belanja tempe atau telur. Kesegarannya cepat berubah. Kesegaran ikan secara umum bisa dilihat dari mata, insang, bau, tekstur, dan tampilan tubuh ikan. Ikan segar biasanya punya mata jernih, insang merah atau merah tua alami, lendir masih bening, dan tekstur dagingnya masih baik. Kalau udah kusam, bau menyengat, mata cekung, atau insangnya berubah cokelat keabu-abuan, bapak perlu mulai curiga. Nah, biar bapak nggak kosong banget pas masuk ke pasar ikan, berikut beberapa tips beli seafood di pasar ikan.

Jangan Langsung Tergoda Ikan yang Warna Merahnya Terlalu Menyala

Kalau bapak lihat ikan yang warna merahnya terlalu terang, cakep, atau terlalu efek filter banget, jangan buru-buru diambil dah. Ikan segar emang bisa punya warna cerah, tapi kalau merahnya menyala nggak wajar, apalagi keliatan rata kayak habis dicat ulang, bapak patut curiga. Beberapa pedagang nakal bisa aja pake pewarna buat bikin ikan keliatan lebih segar dari kondisi aslinya. Biasanya ini paling sering bikin pembeli pemula terkecoh, karena secara visual ikan kelihatan “wah”. Padahal, ikan segar bukan cuma soal warna. Bapak tetap harus cek mata, insang, bau, dan tekstur dagingnya. Cara paling aman, lihat insangnya. Insang ikan segar umumnya merah alami atau merah tua, bukan merah ngejreng kayak sirup cocopandan. Kalau insang keliatan terlalu merah menyala, basahnya aneh, atau warnanya nempel di jari pas dipegang, mending pindah lapak dulu.

Tips Beli Seafood di Pasar Ikan Jakarta Biar Pulang Gak Bawa Penyesalan

Pilih Ikan yang Matanya Masih Jernih dan Badannya Masih Kencang

Mata ikan bisa jadi saksi hidup, Pak. Ikan segar biasanya punya mata yang masih bening, agak menonjol, dan nggak keruh. Kalau matanya udah cekung, buram, atau keliatan kayak bapak habis lembur tiga malam, berarti kualitasnya udah mulai turun. Selain mata, coba tekan sedikit bagian badan ikan. Ikan segar biasanya dagingnya masih kenyal dan balik lagi setelah ditekan. Kalau dagingnya lembek, mudah penyok, atau kerasa kayak nggak punya semangat hidup, sebaiknya jangan dipilih. Bau juga penting. Seafood segar emang punya aroma laut, tapi bukan bau busuk menyengat. Kalau aromanya udah tajam, asam, atau bikin bapak mundur setengah langkah secara refleks, itu bukan tanda seafood mahal. Itu tanda bapak harus menyelamatkan dompet.

Beli Kerang Ijo yang Masih Ketutup Rapat

Untuk kerang ijo, prinsipnya cukup sederhana, pilih yang cangkangnya masih ketutup. Kerang ijo yang masih hidup biasanya cangkangnya tertutup rapat atau akan menutup kalau disentuh. Ini penting karena kerang termasuk seafood yang cepat rusak kalau udah mati terlalu lama. FDA juga nyaranin buat menghindari kerang, tiram, atau remis yang cangkangnya retak atau pecah. Untuk kerang hidup, cangkang yang lembap dan tertutup rapat bisa jadi salah satu tanda yang lebih aman untuk dipilih. Jadi kalau bapak lihat kerang ijo banyak yang terbuka, pecah, atau baunya udah nggak enak, jangan dipilih dong, pak.

Untuk Kerang Dara, Justru Jangan Pilih yang Semua Cangkangnya Ketutup

Nah, ini menarik. Kerang dara agak beda cara bacanya. Kalau semua cangkangnya ketutup rapat dan nggak ada respons, itu bisa jadi tanda kerangnya udah mati. Pilih kerang dara yang masih sedikit mangap, lalu coba sentuh. Kalau dia menutup lagi, berarti masih hidup. Kerang dara yang masih hidup biasanya responsif pas disentuh. Ini yang harus bapak cari. Jangan cuma lihat tampilan luarnya bersih atau warnanya menarik. Bapak perlu tes sedikit. Kalau udah terbuka lebar, nggak merespons pas disentuh, cangkangnya pecah, atau baunya mencurigakan, lebih baik skip. Jangan karena murah sedikit, nanti perut bapak yang jadi tempat rapat darurat.

Tips Beli Seafood di Pasar Ikan Jakarta Biar Pulang Gak Bawa Penyesalan

Cumi Jangan Pilih yang Warnanya Terlalu Ungu

Cumi segar emang punya corak warna khas, kadang ada ungu, cokelat, atau kemerahan tipis. Tapi kalau warnanya terlalu ungu mencolok, terlalu rata, dan terlihat nggak natural, bapak perlu waspada. Bisa aja itu udah kena pewarna biar terlihat lebih segar. Pilihan yang lebih aman justru cumi yang warnanya agak pucat alami, tapi bukan berarti pucat busuk. Kuncinya tetap di tekstur. Pegang badan cuminya. Cumi segar biasanya masih terasa padat, licin alami, dan nggak lembek berlebihan. Kalau badannya udah lembek, mudah hancur, atau berlendir aneh, jangan dibeli. Perhatikan juga baunya. Cumi segar punya aroma laut yang ringan. Kalau baunya udah pesing, asam, atau tajam banget, itu tanda cuminya udah nggak dalam kondisi prima.

Sebelum Ditimbang, Lubangi Plastik di Ujung Bawah Biar Airnya Keluar

Ini trik kecil tapi penting, Pak. Kalau seafood dimasukin plastik terus langsung ditimbang, air yang ikut masuk bisa nambah berat. Kelihatannya cuma sedikit, tapi kalau belinya banyak, lumayan juga. Bapak bayar air, bukan bayar lauk. Jadi sebelum ditimbang, lubangi sedikit bagian ujung bawah plastik supaya airnya keluar. Jangan cuma ditirisin dari atas, karena biasanya air tetap ngumpul di bawah plastik. Ditirisin biasa seringnya sih nggak ngaruh banyak. Lakuin dengan santai, jangan kayak lagi razia. Bilang saja, “Pak, saya lubangin dikit ya biar airnya turun.” Pedagang yang baik biasanya paham. Kalau pedagangnya mulai panik berlebihan, nah itu justru jadi informasi tambahan buat bapak.

Udang Segar Itu Kulitnya Masih Menempel dan Kepalanya Tidak Mudah Copot

Kalau beli udang, jangan cuma lihat ukurannya. Udang besar belum tentu segar. Perhatikan kepala, kulit, warna, dan baunya. Udang segar biasanya kulitnya masih mengilap, nempel baik di badan, dan kepalanya nggak gampang lepas. Kalau kepala udang udah banyak yang copot, badannya lembek, atau warnanya mulai menghitam berlebihan, kualitasnya bisa jadi udah menurun. Sedikit perubahan warna masih wajar, tapi kalau udah terlihat kusam dan baunya menyengat, lebih baik jangan dipaksakan. Udang yang segar juga nggak berlendir aneh. Kalau dipegang terasa terlalu licin kayak ada lendir tebal, bapak perlu curiga.

Karakter-Karakter Ikan yang Sering Bapak Temuin di Pasar Dilihat dari Tampilannya

Kepiting Harus Masih Aktif, Berat, dan Nggak Kosong

Kalau beli kepiting hidup, pilih yang masih aktif. Kakinya masih gerak, capitnya masih responsif, dan badannya terasa berat. Kepiting yang segar biasanya kalau diangkat terasa padat, bukan ringan kayak dompet bapak di tanggal tua. Coba perhatikan bagian perutnya. Kepiting yang bagus biasanya keras dan nggak kopong. Kalau badannya ringan, gerakannya lemah, atau aromanya udah nggak enak, jangan tergoda meski harganya miring. Kepiting murah tapi kosong itu rasanya kayak janji manis pas kampanye, kelihatan rame, isinya nggak tau ke mana. Kalau bapak beli kepiting yang udah mati, pastikan masih sangat segar dan nggak bau. Tapi secara umum, buat kepiting, yang hidup dan aktif tetap lebih aman dipilih.

Datang Lebih Pagi Kalau Mau Pilihan Lebih Bagus

Kalau bapak mau pilihan seafood yang lebih segar dan lengkap, datang lebih pagi biasanya lebih menguntungkan. Barang masih banyak, pilihan ukuran lebih lengkap, dan bapak punya waktu buat membandingkan beberapa lapak. Datang kesiangan bukan berarti pasti jelek, tapi pilihannya biasanya udah lebih terbatas. Ikan yang bagus bisa udah diambil pembeli lain, restoran, atau langganan pedagang. Bapak tinggal dapat sisa-sisa yang masih layak, tapi perlu lebih teliti. Tapi kalau bapak datang terlalu pagi juga harus siap mental. Pasar ikan pagi-pagi bukan tempat untuk tampil wangi dan stylish. Pakai sandal yang aman, baju yang siap kena cipratan, dan jangan bawa tas yang gampang menyerap aroma.

Bawa Cooler Bag atau Es Kalau Rumah Jauh

Jakarta pan kagak jauh-jauh dari panas, macet, dan ada aja kejadian yang bikin bapak geleng-geleng. Kalau bapak beli seafood lalu perjalanan pulang masih lama, sebaiknya bawa cooler bag atau minimal minta es tambahan. Seafood yang tadinya segar bisa cepat turun kualitasnya kalau kelamaan di suhu ruang. Ini sering disepelekan. Orang udah pilih ikan bagus, cumi bagus, udang bagus, tapi habis itu muter dulu beli kopi, mampir bengkel, jemput anak, lalu seafoodnya kelamaan di bagasi. Pas sampai rumah, kualitasnya udah berubah. Jadi urutan terbaik, beli seafood, langsung pulang, bersihkan, lalu simpan dengan benar. Kalau belum langsung dimasak, masukkan kulkas atau freezer. Jangan dibiarin di dapur sambil nunggu bapak istirahat sebentar yang ujungnya tidur dua jam.

Ikan Asap Lokal yang Rasanya Gak Kalah Fancy dari Salmon Candy

Kuncinya bukan jadi pembeli yang curigaan terus, tapi jadi pembeli yang paham. Karena di pasar ikan, yang segar belum tentu paling mencolok, yang murah belum tentu paling untung, dan yang kelihatan banyak belum tentu semuanya masuk ke panci bapak.


Atun Gorgom

Atun Gorgom

Bacaan 8 menit

Dilihat : 24

Eits, sebelum komen, login dulu dong

I post fresh content every week.


Total 0 Komentar

Pergi ke pasar membeli ikan, Ikan segar dibungkus rapi. Bapak-bapak kalau bercandaan, Receh banget tapi happi